Iklan
ilustrasi

Hari ini, 14 Februari, ada yang merayakan sebagai hari Valentine.

Iklan

Lalu, mengapa sih Valentine harus dirayakan? Bagaimana awal kisahnya?

Dilansir dari Boldsky, Rabu (14/2), ada banyak fakta yang tidak diketahui tentang hari Valentine. Fakta-fakta ini adalah tentang asal-usul berdarah pada tradisi modern dan tradisi cokelat. Sebetulnya Valentine berawal ketika periode Romawi. Menurut sejarah, diyakini bahwa hari Valentine berasal dari periode Romawi.

Pada tahun 1537, Raja Henry VII, dari Inggris, secara resmi mengumumkan 14 Februari sebagai hari libur untuk merayakan perayaan Hari Valentine.

Valentine semakin meluas ketika Richard Cadbury menghasilkan sekotak cokelat pertama untuk mengisi hari liburan di akhir 1800-an. Sejak saat itu, tradisi pemberian cokelat diikuti.

Menurut data statistik, terungkap bahwa lebih dari 35 juta kotak coklat berbentuk hati biasanya laris di hari Valentine. Sekitar 73 persen laki-laki membeli bunga, sementara wanita hanya sekitar 27 persen. Mawar merah adalah salah satu bunga favorit Venus, dewi cinta Romawi. Maka, mawar merah laris manis diikuti warna pink dan merah anggur.

Meskipun pria memimpin daftar pembelian bunga, tercatat bahwa wanita membeli kira-kira sekitar 85 persen dari semua hadiah yang dibeli. Tak hanya itu, momen ini pun dijadikan ajang melamar kekasih.

Statistik mengungkapkan bahwa rata-rata sekitar 220 ribu lamaran pernikahan dicatat pada hari Valentine setiap tahunnya. Bahkan kota Verona, Italia menerima sekitar 1000 huruf setiap hari Valentine yang semuanya ditujukan kepada Juliet.

Lalu apakah harus punya pasangan? Bagi kaum lajang, jangan marah dan merasa kesal, karena hari ini juga dirayakan sebagai ‘Hari Kesadaran Single’. Menurut sejarah, anak perempuan abad pertengahan makan makanan yang aneh pada hari ini. Dipercaya bahwa memakan makanan aneh akan membuat mereka bermimpi tentang pasangan masa depan mereka. (ika/JPC)