batampos.co.id – Angka kemiskinan di Natuna mengalami peningkatan. Berdasarkan survei yang dilaksanakan badan pusat statistik (BPS). Menurut data BPS Natuna yang melakukan survei ekonomi nasional (Susenas) tahun 2017 lalu, daya beli masyarakat menurun, untuk memenuhi kalori per harinya.

Staf Seksi Sosial BPS Natuna Nita Aprilia mengatakan, BPS sudah melakukan Susenas tahun 2017 lalu melalui 440 rumah tangga secara acak. Hasilnya tingkat kemiskinan di Natuna meningkat dibanding tahun 2016 lalu.

“Susenas yang dilakukan melalui sampling juga diacak berdasarkan berbagai jenjang pendidikan kepala rumah tangga. Hasilnya angka kemiskinan di Natuna mencapai 4,64 persen atau 3.530 jiwa dibawah kemiskinan,” kata Nita kemarin.

Dikatakan Nita, hasil survei tahun 2016 lalu, angka kemiskinan di Natuna mencapai 4,33 persen atau 3.250 jiwa masyarakat di Natuna berada dibawah garis kemiskinan. Dengan jumlah penduduk 76.192 jiwa.

Dijelaskan Nita, sampeling yang dicacah di seluruh Kecamatan. Kondisi rumah berada dibawah kemiskinan adalah mayoritas warga yang tinggal didaerah pulau-pulau pesisir.

“Hasil survei kita, ada 3.530 jiwa warga miskin mengkonsumsi standar 2.100 kalori yang dibutuhkan per hari. Hanya makan ikan, tanpa makan sayur dan daging atau Rp 332,248 kebutuhan kalori per kapita perbulan,” ujar Nita.(arn)

Respon Anda?

komentar