batampos.co.id – Akibat sepinya pembeli yang berbelanja pedagang di Pasar Dabo Singkep mengharapkan kinerja Pemerintah Kabupaten Lingga untuk segera memboyong investor yang akan menanamkan modalnya di Bunda Tanah Melayu ini. Dengan harapan, terbukanya lapangan kerja yang berujung pada peningkatan pendapatan masyarakat.

“Kami harapkan secepatnya Pemerintah dapat membuka lapangan kerja. Jika tidak manamungkin pasar ini akan ramai dengan pembeli,” kata salah seorang pedagang di pasar sayur Dabo Singkep, Selasa (13/2) pagi.

Menurut Zul, pedagang di pasar sayur hanya mengharapkan pembeli pada hari libur saja, seperti hari besar dan hari libur lainnya seperti hari Minggu dan sebagainya. Pada hari-hari tersebut pembeli sedikit meningkat, namun di saat hari-hari biasa pedagang mengeluh karena sejumlah sayur dan barang dagangan mereka tak kunjung laku.

Dalam satu hari, sambung Zul, diperkirakan cabai rawit minimal laku sebanyak seratus kilogram untuk keseluruhan cabai rawit yang dijual pedagang di pasar sayur. Sedangkan untuk cabai merah, Zul memperkirakan sebanyak 70 kilogram perharinya. Tentu jumlah tersebut dibagi ke seluruh pedagang di pasar tersebut.

Apalagi jika sayur mayur yang datang dari luar daerah ini mengalami lonjakan harga. Pada saat bersamaan pula, daya beli masyarakat semakin menurun tajam. ”Sudah empat tahun terakhir ini Dabo tidak memiliki lapangan kerja yang pasti untuk masyarakatnya,” kata Zul.

Untuk mengatasi lonjakan harga tersebut, pedagang harus pandai mencari referensi harga yang bagus. Pedagang sayur di pasar itu kebanyakan mengambil sayur berasal dari Jambi jika kondisi harga sayur mayur tinggi di Kota Batam dan Tanjungpinang.

Untuk saat ini, aku Zul, harga barang dari Jambi masih tergolong jauh lebih murah. Bawang merah saat ini dibandrol Rp 24 ribu perkilogram, jika didatangkan dari Batam atau Tanjungpinang tentu harganya jauh lebih mahal.

Begitu juga harga bawang putih, saat ini pedagang pasar Dabo menjajahkan bawang tersebut pada harga Rp 28 ribu perkilo. Sedangkan harga cabai akhir-akhir ini related menurun, seperti cabai merah dari harga Rp 58 ribu saat ini pedagang hanya menjual di harga Rp 52 ribu perkilo.

Begitu juga dengan harga cabai rawit uang mengalami penurunan. Untuk harga perkilo, sebelumnya dibandrol sebesar Rp 54 ribu, kini menjadi Rp 48 ribu. Namun ada juga sejumlah harga sayur mayur yang masih sama dengan harga sebelumnya yakni sayur tomat yang hanya dibandrol Rp 14 ribu perkilo.

“Harga tersebut yang tergolong murah juga belum dapat memikat pembeli. Tapi kondisi itu saya kira karena tidak adanya lapangan kerja yang mampu menopang hidup warga Dabo,” kata Zul. (wsa)

Respon Anda?

komentar