Irma Annisa. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bintan Irma Annisa menyampaikan, pihaknya belum mengusulkan kuota CPNS tahun 2018 ke Kemendagri. Meski demikian, tenaga yang dibutuhkan untuk tahun ini diutamakan tenaga teknik, tenaga keuangan atau lulusan akutansi dan informasi teknologi (IT).

“Tahun kemarin memang kami usulkan sekitar 500 CPNS. Namun tahun ini masih menunggu kuota karena belum disurati Kemendagri,” kata irma, Selasa (13/2).

Selain itu menurutnya, untuk kebutuhan CPNS juga sedang dilakukan penghitungan di Bagian Organisasi Setdakab Bintan karena usulan yang diajukan harus sesuai dengan kebutuhan organisasi nantinya. Saat ini, katanya, yang dibutuhkan adalah tenaga teknis untuk ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPera) karena Pemkab Bintan sedang melakukan pembangunan infrastruktur.

Tenaga keuangan atau lulusan akutansi diperlukan sebab banyak pelaporan keuangan yang harus dilakukan. Sedangkan kebutuhan untuk tenaga informasi teknologi, sebab pelaporan keuangan saat ini mulai menggunakan basis teknologi dan informasi.

“Tenaga administrasi sudah banyak, yang dibutuhkan saat ini tenaga teknik seperti sipil atau industri, lalu tenaga akutansi dan tenaga IT, karena tenaga honorer kita tak bisa berbuat banyak,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, tenaga guru dan tenaga kesehatan juga akan dibutuhkan dalam pengajuan kuota CPNS tahun 2018. Karena, saat ini tenaga guru di Kabupaten Bintan masih kekurangan. “Guru honorer kita saat ini sekitar 1.200, kalau PNS sekitar 3.229 dan honorer kontrak sekitar 1.000,” sebutnya.

Oleh karena kekurangan tenaga guru, ia belum bisa menyetujui pengajuan pindah sekitar 20 an guru ke daerah lainnya di Kepri. “Mereka sudah mengajukan pindah ke daerah lain dengan berbagai alasan mulai keluarga sampai ada yang sakit, namun belum kami setujui karena kita sendiri masih kekurangan tenaga guru,” tukasnya. (met)

Advertisement
loading...