Wati, pasien yang mengalami infeksi usai melahirkan di RSUD Tanjunguban.. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Terkait komplain keluarga pasien bernama Toni,30, yang menyebutkan buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri Tanjunguban membuat Kabid Pelayanan dan Medis (Yanmed) RSUD Provinsi Kepri Tanjunguban Taufiqurahman angkat bicara. Dia menegaskan, pihaknya sudah melakukan prosedur yang seharusnya dilakukan. Seperti melakukan pemeriksaan terhadap pasien saat pasien dirawat selama tiga hari di rumah sakit.

Iklan

“Kami lakukan visit (kunjungan, red) ke pasien. Mungkin saja ketika petugas medis kami melakukan visit ke istrinya, suaminya tidak berada di dalam ruangan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan pihaknya sudah menawarkan solusi berupa rawat inap bagi pasien yang mengalami lubang dengan lebar sekitar 3 centimeter di bagian perutnya pascamelahirkan. Bahkan pihak rumah sakit juga menawarkan jasa layanan medis berupa pembersihan di bagian perut.

“Kita sudah tawarkan solusi, namun keluarga pasien menolaknya,” kata Taufiqurahman saat ditemui, kemarin (13/2).

Sementara itu, Humas RSUD Provinsi Kepri Tanjunguban, Irianti mengatakan, pasien kembali masuk ke ruang IGD rumah sakit pada Minggu (4/2). Saat itu, pihaknya melakukan pembersihan luka dan menyarankan agar pasien kembali dirawat inap atau kembali ke rumah sakit pada Senin (5/2).

“Saat pemeriksaan Senin itu tidak ada masalah. Dokter saat itu menyarankan agar pasien menjaga kebersihan diri, rajin minum obat danĀ untuk pembersihan luka dianjurkan tidak dilakukan sendiri di rumah namun harus ditangani bidan atau perawat, baik di rumah sakit ataupuskesmas terdekat,” jelasnya.

Selanjutnya, Selasa (6/2), masih kata Ranti, suami pasien mengadukan ke pihak rumah sakit bahwa luka di perut istrinya basah ketika dilakukan pembersihan di puskesmas. “Saat itu kami sarankan agar dibawa ke rumah sakit agar diperiksa langsung oleh dokter. Namun suaminya menolak dengan alasan tidak mau dipegang oleh dokter lain, selain dokter yang menangani istrinya saat melahirkan,” kata dia.

Suami pasien tetap bersikeras tak mau membawa ke rumah sakit karena kecewa.Dengan kejadian ini, dia mengatakan, pada intinya pihaknya sudah menawarkan solusi yang terbaik bagi pasien. Namun tawaran itu ditolak keluarga pasien sendiri. Ia juga mengatakan, pihaknya akan terus membenahi pelayanan medis yang ada di rumah sakit pelat merah itu.

Sebelumnya, Toni suami Wati, pasien yang melahirkan di rumah sakit pelat merah itu mengeluhkan pelayanan buruk dan tidak memuaskan. Pasalnya, tiga hari dirawat, istrinya tidak diperiksa apalagi diganti perbannya. Yang membuatnya geram, karena luka pascamelahirkan istrinya masih basah dan bau sehingga dan berlubang. (met)