Apron baru Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Tunggakan biaya parkir Sky Aviation yang berhenti operasi sejak 2013 lalu mencapai Rp 200 juta. Hingga saat ini belum ada kepastian kapan manajemen maskapai tersebut mengambil kembali satu unit pesawat yang sudah lama terparkir di Bandara Hang Nadim tersebut.

Iklan

“Belum ada pemberitahuan sama sekali dari pihak sana kapan mau diambil. Tapi kalau mau ambil ya bayar dulu,” kata Direktur BUBU Hang Nadim, Suwarso di Bandara Hang Nadim, Selasa (13/2) kemarin.

Sky Aviation berhenti operasi sejak tahun 2013 lalu karena regulasi baru dari pemerintah. Pemerintah menginginkan agar setiap maskapai memiliki lima unit pesawat, sisanya boleh disewa sehingga maskapai yang melayani penerbangan ke pulau-pulau terluar di Kepri itu terbentur kebijakan tersebut.

“Kalau dulu boleh tiga pesawat, sisanya disewa,” tuturnya lagi.

Meskipun pesawat tersebut mangkrak selama empat tahun di Hang Nadim, teknisi dari Sky rutin datang untuk melakukan pemeliharaan tiap bulannya.

Untuk biaya parkir, Suwarso menerangkan biaya perharinya adalah Rp 35 ribu per 24 jam untuk jenis pesawat tipe 737 seri 200 seperti milik Sky Aviation.

“Argonya akan jalan terus sampai mereka mengambilnya,” jelasnya.

Sebelumnya, ada juga satu pesawat milik Jatayu Air yang berhenti operasi sejak 2010 terparkir di Hang Nadim.

“Dua malam lalu sudah diambil karena ada yang beli di Jakarta. Sebelum terbang, kebetulan ada MRO Lion di sini ya masuk saja kemudian dinilai orang dari Kemenhub layak terbang, makanya mereka pun pergi,” katanya.

Untuk total biaya parkir selama hampir delapan tahun, Hang Nadim memperoleh pemasukan sebanyak Rp 520 juta.(leo)