Direktur PDAM Tirta Karimun Indra Santo ketika melihat pelebaran parit dengan alat berat yang terkoneksi ke waduk utama Seibati dari waduh dang merdu dan kodim sebagai antisipasi musim kemarau. F.Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – PDAM Tirta Karimun, kemarin (14/2) melakukan pelebaran parit dengan menggunakan alat berat di waduk belakang Kodim dan Dang Merdu yang terkoneksi dengan waduk utama Sei Bati. Tujuannya untuk menambah debit air yang ada di waduk utama Seibati agar bisa tetap mendistribusikan air bersih kepada para pelanggan.

Iklan

“Ini kami lakukan untuk antisipasi musim kemarau. Debit air sudah berkurang di waduk utama milik PDAM Tirta Karimun,” kata Direktur PDAM Tirta Karimun, Rabu (14/2).

Walaupun debit air yang ada di waduk utama tersebut sudah berkurang, tapi suplai air bersih kepada para pelanggan masih tetap normal seperti biasanya. Sebab ada suplai air yang sudah jadi dari green SPAM Pongkar langsung ke pengolahan air yang ada di Bati. Dengan daya 20 liter per detik, kebutuhan air bersih dinilai masih aman.

“Kami maksimalkan keberadaan waduk yang sudah terkoneksi. Sudah dua tahun ini kami maksimalkan waduk utama Sei Bati milik PDAM Tirta Karimun yang cukup melimpah airnya. Baru kali ini waduk belakang Kodim dan Dang Merdu kami fungsikan kembali sebagai cadangan air bersih,” ungkapnya.

Terkait pembangunan infrastruktur tahap kedua untuk waduk Sei Bati, ia mengatakan, usulan sudah dimasukkan ke Pusat Namun realisasi pembangunan kemungkinan tahun 2018 atau 2019 dari Satker Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Informasinya, pasti akan ada tahap kedua untuk pembangunan waduk Sei Bati ini. Kami tunggu realisasi yang sudah diusulkan,” jawab Indra optimis.

Sedangkan pemindahan pipa transmisi satu yang panjangan kurang lebih 250 meter di lokasi Kampung Harapan Kecamatan Tebing sudah selesai dikerjakan. Karenanya pendistribusian air bersih kepada pelanggan sudah kembali normal.

“Alhamdulillah, sudah selesai dikerjakan. Maklumlah pipa tersebut sudah 26 tahun tertanam di bawah tanah,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, dua alat berat beko secara bergantian melakukan pengerukan tanah di sekitar parit untuk dilebarkan. Sehingga saluran tersebut bisa mengalirkan air dari waduk Dang Merdu lebih besar lagi ke waduk utama Sei Batu.(tri)