Iklan

DI sekitar Jalan Transat 10, Cipayung, Jakarta Timur, nama Dola sangat akrab di telinga penduduk. Nyaris tak ada yang tidak tahu saat nama pria yang akrab disapa Engkong itu disebut. Warga bahkan takjub. Bagaimana tidak, dia berhasil menaklukkan 98 janda untuk dipersunting. Mulai Jawa hingga Sumatera. Perjalanan romansa asmaranya mengundang decak kagum.

Iklan

Saat ini, Dola tinggal di daerah kampung di Cipayung. Tempat tersebut jauh dari hiruk pikuk warga lainnya. Suasana sejuk sangat terasa di sekitar tempat tinggalnya. Saat wartawan Jawa Pos mendatangi, dia yang tengah bersama seorang perempuan menyambut dengan penuh hangat.

Setelah memperkenalkan diri, barulah kami tahu bahwa perempuan yang bersama Dola adalah istrinya yang ke-97. Rini, namanya.

Dola dan Rini tinggal di rumah berukuran 4×2,5 meter yang terbuat dari anyaman bambu. Rumahnya berdiri di atas tanah merah di bantaran kali yang airnya mengalir deras. Sederas hasratnya untuk terus menikah. Berada di sekitar lingkungan rumah itu, terasa kita tidak sedang berada di Jakarta. Suasana sangat asri. Tak ada suara bising dan polusi kendaraan yang selama ini identik dengan ibu kota. Wajar, Dola betah tinggal di tempat tersebut.

“Silakan duduk, Tong,” kata Engkong membuka obrolan siang itu. Dia baru pulang dari kebunnya. Di pakaian dan tangannya, terdapat sisa-sisa lumpur tanah.

“Engkong habis nanem singkong, ubi, dan kacang panjang. Ini juga rambutan metik sendiri,” ucapnya sambil menyuguhkan rambutan kepada wartawan koran ini.

Selain atas alasan bisa menenangkan diri dari keramaian, keputusannya menepi di pinggiran ibu kota memiliki maksud lain. Yakni, agar pria berusia 71 tahun itu tidak menikah lagi untuk kali ke-99. Dia tak bisa menjamin untuk berhenti menikah jika hidup membaur bersama banyak orang. Hidup menepi adalah cara paling ampuh untuk menghindari mata dari godaan syahwat.

Menurut pria yang memiliki dua anak dari istri pertamanya, semua perempuan takluk ke pangkuannya yang bermula dari pandangan. Entah kebetulan atau tidak, hati perempuan selalu meleleh jika melihat wajahnya.

“Meski gigi Engkong sudah ompong, begini-begini masih lumayan oke di atas ranjang. Kalau tidak percaya itu, tanya Rina, istri ke-97 Engkong,” selorohnya lalu tertawa sambil melirik Rina yang duduk di sampingnya. “Benar, Bang. Engkong walaupun sudah 70 tahun masih doyan banget,” timpal Rina lalu tertawa malu.

Lantas, apa rahasia Dola sehingga tetap seperkasa itu di usianya yang sudah senja? Tanpa canggung, dia berbagi ilmu keperkasaannya kepada Jawa Pos. Menurut dia, banyak ilmu tentang perempuan yang dipelajari dari guru-guru di jalanan saat muda dulu. Ya, saat masih muda, Dola memang lama bekerja di salah satu perusahaan bus malam antarkota antarprovinsi. Dari petualangan tersebut, dia bisa menikah hingga 98 kali.

Setiap singgah di daerah Sumatera dan Jawa, Dola menikah. Perempuan yang paling banyak dinikahi berasal dari Sunda atau Jawa Barat. Mulai Karawang, Cirebon, Bogor, hingga Banjar. Petualangannya berlanjut hingga Sumatera. Kali pertama dia menikah pada usia 19 tahun. Istri pertamanya merupakan janda yang belum memiliki anak dari suami sebelumnya.

“Semuanya sudah Engkong rasain menikah dengan orang daerah sana (Sunda, Red). Termasuk beberapa daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tuturnya. Saat disinggung alasannya menikah sebanyak itu, Dola menjawab mantap untuk menghindari dari dosa zina. “Apalagi kan saat itu masih sangat muda,” sambungnya.


Engkong Dola yang sudah menikah 98 kali dengan janda, (Achmad Rizki/Jawa Pos)

Meski merasakan menikah sebanyak 98 kali, bukan berarti saat ini dia memiliki istri sebanyak itu. Sebab, cerita asmara bersama istri-istrinya selalu berakhir di meja sidang perceraian. Bahkan, istrinya ke-98 juga digugat cerai pada akhir 2016. Yang tersisa saat ini hanya Rina, istrinya ke-97.

“Hanya Rina yang mau hidup dengan Engkong. Mau menerima kekurangan Engkong,” tuturnya.

Dola tak memiliki beban sedikit pun atas keputusannya menikah sebanyak 98 kali. Semua dijalankan dengan penuh sadar. Enjoy. Menurut dia, menikah adalah ibadah. Tak ada larangan dalam agama.

“Kalau berzina dipastikan tidak tenang. Kenapa? Karena dosa. Nah, selama ini, saya tidak pernah melakukan dosa besar seperti itu,” ungkapnya. Setiap kali dia suka terhadap perempuan, langkah pertama yang dirinya lakukan adalah mengajak perempuan tersebut menikah.

“Alhamdulillah, semua janda mau. Engkong tidak pernah ditolak. Nikmat semua pokoknya,” tutur Dola lalu menyeruput kopi hitam yang dihidangkan istrinya. Pria kelahiran 20 Maret 1946 tersebut menikah kali pertama dengan janda kembang di Bekasi, Jawa Barat.

Menurut dia, saat muda, dia termasuk pria yang tampan dan perkasa. Yakni, sesuai selera dan kriteria perempuan saat itu. Yang membuat semakin kelepek-kelepek, Dola selalu mengajak menikah setiap suka kepada perempuan.

“Itulah kehebatan Engkong. Walaupun, setelah itu, banyak yang cerai,” katanya berseloroh. Misalnya, istri pertamanya yang berusia 25 tahun, lebih tua enam tahun daripada dirinya. Keduanya bercerai karena istri pertamanya tidak mau dimadu. Padahal, saat itu, dia jatuh cinta kembali kepada janda kembang di Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Bagaimana tak tergoda, raut wajahnya enak banget dipandang,” ujarnya.

Dola, sejatinya, tak pernah berniat sedikit pun nikah dan cerai dengan para perempuan itu. Keadaan memaksanya. Niatnya berpoligami hanya untuk menyelamatkan dirinya dari dosa. Dia yang selalu bepergian lama ke luar kota membuat hasratnya berhubungan suami istri selalu memuncak. Nah, daripada ‘jajan sembarangan’ yang hukumnya dosa, dia memilih menikah. Maksud yang dinilainya mulia itu selalu tak mendapat restu dari sang istri.

“Nggak dapat izin, gue kawin lagi aja. Eh, minta cerai itu yang pertama. Saya jawab silakan,” katanya mengenang.

Ternyata, setelah perceraian tersebut, Dola merasa hidupnya menjadi tak terarah. Sebab, setelah dua bulan menikah dengan janda asal Tasikmalaya itu, dia bercerai. Begitu seterusnya. Ada pula pernikahannya yang hanya berusia 3–4 bulan. Nah, setelah usianya memasuki 60 tahun, pilihannya jatuh kepada Rina.

“Saya sayang banget sama Rina karena dia menerima segala kekurangan saya,” sambungnya.

Sayang, Dola mengaku lupa saat ditanya nama-nama mantan istrinya. Dia pun tak mau membahas hal tersebut. Menurut dia, semua perempuan itu adalah masa lalu. Kini, dia hanya fokus membangun rumah tangga bersama Rina. Petualangannya mencari perempuan sejati dirasa cukup. Apalagi dia mempunyai dua anak yang sudah dewasa dari istri pertama.

“Engkong sekarang masih sehat. Bisa dilihat. Tapi cukup dengan Rina saja. Dia hebat,” tuturnya memuji.

Rina yang kini berusia 50 tahun tak mempersoalkan memiliki suami seperti Dola. Bagi dia, keputusan Dola menceraikan 97 mantan istri merupakan masa lalu yang harus dihargai. Dia menerima semua suka dan duka menjadi istri ke-97. Bahkan, dia tak menyimpan dendam saat dilabrak mantan istri Dola ke-98.

“Saya diam aja. Akhirnya, Engkong milih saya sampai hari ini,” tutur Rina.

Menurut Rina, cinta akan menemui ujiannya. Perjalanan cintanya kepada Dola adalah ujian Tuhan untuknya. Segalanya harus diterima dengan penuh syukur dan ketundukan.

(*/co5/fai)