Iklan
batampos.co.id – Festival Pulau Penyengat (FPP) resmi dimulai, Rabu (14/2). Agenda rutin tahunan ini menjadi magnit bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mendatangkan wisatawan lokal dan luar negeri. Pembukaan yang secara resmi dilakukan di Balai Adat menyita perhatian masyarakat. Di bangunan berornamen kental Melayu itu masyarakat berkumpul dan menyimak seremonial festival yang akan dilangsungkan hingga akhir pekan mendatang.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berharap, ke depannya festival ini akan kian menarik minat wisatawan. “Karena berefek ganda. Selain mendongkrak kunjungan wisatawan juga sejalan dengan melestarikan kebudayaan,” kata Nurdin.
Senada dengan itu, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza punya harapan yang sama. Baginya, keberlangsungan FPP sampai kali ketiga membuktikan betapa sebenarnya festival ini punya embrio akan menjadi sebuah festival yang lebih semarak ke depannya. Menurutnya, Penyengat sebagai basis pelaksanaan festival ini juga sebuah potensi yang menjadikannya khas ketimbang daerah lain.
“Karena itu perlu sokongan bersama, baik dari pemerintah provinsi juga kota dan diharapkan partisipasi lebih masif dari Kementerian Pariwisata,” ujar Ariza.
Pada hari pertama pelaksanaan FPP kemarin, dibuka dengan gelaran karnaval baju kreasi dari Balai Adat hingga area Masjid Raya. Ada belasan partisipan yang mengikuti rangkaian perdana ini.
Sementara Kamis (15/2) pagi ini hingga petang akan dimulai beragam lomba kesenian dan permainan rakyat. Mulai lomba barzanji, lomba lagu Melayu, lomba membaca Gurindam, lomba kompang, hingga lomba gasing. (aya)