Aktivitas di coldstorage SKPT selat Lampa Natuna yang dikelola Perindo, sementara pelelangan ikan tunggu perda retribusi daerah disahkan. F. Auliah Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Pelelangan ikan di Sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di Selat Lampa Natuna, masih menunggu peraturan daerah (Perda) retribusi pelelangan disahkan DPRD. Sejauh ini SKPT Selat Lampa masih sebatas melakukan pendaratan ikan yang dikelola PT Perindo.

Penaggung jawab pengoperasian SKPT Selat Lampa Parlinggoman Tampubolon
mengatakan, saat ini SKPT masih sebatas melakukan pendaratan ikan. Sementara pelalangan ikan, Pemerintah saat ini masih menunggu perda retribusi pelelangan ikan diselesaikan Pemerintah Daerah.

Dikatakannya, khusus pelelangan ikan. Termasuk kewenangan Pemerintah Daerah. Sehingga akan mendapat retribusi dari pelelangan ikan untuk pemerintah daerah. Menurutnya, pelelangan ikan di SKPT nantinya akan mendorong harga ikan lebih baik.

‘Kami mendorong pemerintah daerah supaya secepatnya menyiapkan Perda retribusi pelelangan ikan. Nantinya pembeli di pasar akan diarahkan di pelelangan ikan SKPT, supaya harganya bagus,” kata Tampubolon kemarin.

Dikatakan Tampubolon, SKPT Selat Lampa saat ini selain melaksanakan kegiatan pendaratan ikan. Kegiatan ekspor ikan beku sudah berjalan yang dikelola PT Perindo tujuan ke Singapura. Namun rutenya masih lewat Kalimantan dan Jakarta melalui jalur laut.

“SKPT ini tinggal menambah jumlah nelayan, agar memenuhi kebutuhan pasaran. Jika perda retribusi pelelangan belum rampung, tergantung kebijakan Kementerian nantinya. Bisa saja pelelangan ikan tetap dilaksanakan,” sebut Tampubolon.

Sementara Kepala Dinas perikanan Pemkab Natuna Zakimin Yusuf mengatakan, Perda retribusi pelelangan ikan masih dalam proses. Saat ini draf rancangan perda sudah diserahkan ke bagian hukum. Namun prosesnya masih memerlukan waktu.

“Draf ranperda belum diserahkan ke DPRD. Masih di bagian hukum. Draf ranperda juga perampungan,” ujar Zakimin.(arn)

Respon Anda?

komentar