batampos.co.id – Wali kota Batam Muhammad Rudi meminta pemilik kios ataupun bangunan liar yang berdiri atas row jalan di wilayah Batuaji dan Sagulung agar segera dibongkar.

Pemeritah kota (Pemko) Batam akan segera menata jalan di wilayah Batuaji dan Sagulung.

Saat membagikan sertifikat Prona kepada 1000 masyarakat Sagulung di Mall Top 100, Tembesi, Rabu (14/2), Rudi menyebutkan, rencana pelebaran dan penataan jalan di Batuaji dan Sagulung akan dilaksanakan di awal tahun 2020 nanti.

“Dua tahun tak lama lagi. Makanya harus dipersiapkan dari sekarang. Kepada bapak-ibu yang memiliki kios ataupun bangunan lain di atas row jalan segera bongkar. Jalan ini akan kita tata ulang biar lebar dan rapih,” ujar Rudi.

Pemko Batam kata Rudi, sejak tahun 2017 lalu memang fokus meningkatkan dan menata infrastruktur jalan. Ini bertujuan untuk menjadikan Batam sebagai kota tujuan pariwisata untuk menarik wisatawan serta tujuan investasi untuk menarik minat investor asing.

“Tahun ini dan tahun depan, masih fokus di Batamcenter dan Nagoya. Tahun 2020 baru masuk Batuaji dan Sagulung. Target kami semua jalan di Batam akan ditata dengan rapih. Tidak ada lagi yang jualan di pinggir jalan,” ujar Rudi.

Jika program peningkatan infrastruktur jalan itu berjalan dengan baik, Rudi optimis Batam akan berkembang pesat nantinya.

“Kalau sudah cantik (penataan kota) tentu banyak wisatawan yang kemari. Begitu juga investor. Kalau sudah ramai dikunjungi orang tentu akan baik buat kita. Ini untuk kesejahteraan kita semua bapak-ibu,” ujar Rudi.

Untuk itu Rudi berharap kepada pemilik bangunan ataupun kios liar diatas row jalan agar segera bongkar atau pindah ke lokasi yang tepat seperti pasar terdekat. “Jangan lagi ada hambatan ini itu. Harus dukung dong. Ini untuk kebaikan kita bersama,” tutur Rudi.

Pemerintah saat ini diakui Rudi, sangat proaktif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Berbagai program yang diluncurkan termasuk pemberian program sertifikat nasional (Prona) merupakan upaya dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inilah bukti bahwa pemerintah pro kepada masyarakat. Kalau kota sudah tertata dengan rapih, rumah bapak-ibu punya sertifikat tentu nilai jual akan mahal. Itukan menguntung bagi bapak ibu,” ujar Rudi.

Camat Sagulung Reza Khadafi sependapat dengan Rudi. Untuk mewujudkan rencana Pemko Batam itu, pihak kecamatan kata Reza akan segera mendekati dan mendata warga yang menempati row jalan di wilayah Sagulung.

“Sebenarnya ini sudah jadi fokus perhatian kami sejak lama. Dengan adanya himbauan dari pak wali ini, kami akan turun lagi,” ujar Reza.

Diakui Reza di wilayah Sagulung cukup banyak bangunan liar yang berdiri diatas row jalan. Tidak saja di sepanjang jalan utama, namun jalan masuk juga menjamur dengan berbagai macam bangunan dan kios liar. (eja)

Respon Anda?

komentar