batampos.co.id – Tidak lama lagi warga desa Tarempa Barat Daya akan menikmati listrik. Sejak beberapa waktu lalu PLN Tarempa sudah mulai melakukan pemasangan jaringan dan saat ini sudah masuk dalam tahapan finishing.

Iklan

“Dalam waktu dekat ini kita akan laksanakan sosialisasi dulu kepada warga desa Tarempa Barat Daya, bagaimana menjadi pelanggan PLN. Setelah itu PLN siap operasi,” ungkap manajer operasional PLN Rayon Tarempa Dedi Prima Irawan, kepada wartawan Rabu (14/2) kemarin.

Diakuinya jika desa tersebut terlalu terpencil meski masuk kota Tarempa. Selain itu Penduduknya juga tidak banyak hanya ada sekitar 72 KK atau sekitar 72 pelanggan. Sehingga pemasangan jaringan tidak menggunakan jaringan kabel tegangan tinggi tapi menggunakan tegangan rendah.

Lanjutnya, pemasangan jaringan juga tidak lama karena cuma butuh sekitar 60 tiang. “Jaringan ke desa Tarempa Barat Daya kita kontrol dengan satu travo saja. Kita gunakan tegangan rendah yakni 380 vdt. Jaringan menggunakan kabel hitam saja, bukan kabel tegangan tinggi,” ungkapnya lagi.

Dedi, menambahkan, meski Tarempa Barat Daya membutuhkan 380 vdt, tapi tidak berpengaruh terhadap mesin pembangkit yang ada saat ini. Pasalnya kekuatan mesin pembangkit yang merupakan bantuan dari pusat cukup besar sangat cukup untuk kebutuhan listrik di Tarempa.

Diketahui, jika desa tersebut sudah sepuluh tahun lebih belum pernah menikmati listrik negara. Sejak masih gabung Natuna, hingga hampir sepuluh tahun berdirinya Anambas, baru akan menikmati listrik negara.

Selama ini warga desa Tarempa Barat Daya, menggunakan listrik pribadi yakni menggunakan mesin generator. Dengan mesin ini tentunya membutuhkan biaya yang sangat tinggi karena biaya minyak dan biaya perawatan dilakukan sendiri.

“Dalam satu bulan kita kadang sampai Rp1juta untuk biaya listrik saja. Bahkan bisa lebih kalau terjadi kerusakan mesin,” ungkap salah satu warga desa Tarempa Barat Daya Johan, kepada wartawan beberapa waktu lalu. (sya)