Kamis, 9 April 2026

Imlek, Toko di Nagoya Tutup

Berita Terkait

Memasuki Tahun Baru Imlek sejulah toko di Komplek Bumi Indah terlihat mulai tutup karena pemilkinya yang sebagian besar akan merayakan Tahun Baru Imlek, Kamis (15/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kawasan perdagangan Kota Batam yang berpusat di Komplek Bumi Indah, Nagoya, berdampak drastis kala Imlek tiba. Pemilik usaha yang umumnya dari warga keturunan Tionghoa, menutup tempat usahanya sementara waktu sempena Imlek.

Pantauan Batam Pos, blok-blok pertokoan di kawasan tersebut hampir seluruhnya tutup sejak kemarin (15/2/2018). Di depan teras toko, tergantung pernak-pernik Imlek yang menandakan pemilik toko sedang merayakan Imlek yang dimulai hari ini, Jumat (16/2).

“Tutup lumayan lama juga itu, karena mereka merayakannya (Imlek) kan sampai 15 hari,” ujar Anto pemilik usaha makanan yang berdekatan dengan ruko-ruko milik orang Tionghoa tersebut.

Namun menurutnya, tidak semua yang akan tutup sampai 15 hari. “Mungkin Senin (19/2) sudah ada yang buka juga, tapi pekerja-pekerjanya yang jaga,” terangnya.

Anto yang sudah berdagang hampir lima tahun di blok tiga itu mengaku sudah tak asing lagi dengan pemandangan tersebut. Bahkan, tradisi mereka jelang Imlek pun tak luput dari perhatiannya.

“Sibuk-sibuknya seminggu sebelum Imlek sudah kelihatan. Tapi mereka mulai bersih-bersih itu sekitar dua hari sebelum Imlek,” papar Anto.

Lain dari tradisi itu, ketika buka toko, pemilik usaha dari keturunan Tionghoa juga ada beberapa yang berkunjung ke toko-toko pribumi untuk berbagi jeruk. “Bagi-bagi rezeki,” ucapnya.

Sementara, dari toko yang masih buka dan memiliki dupa juga pernak-pernik Imlek di terasnya, tampak tidak lagi dijaga pemiliknya melainkan para pekerja yang juga tampak berkemas untuk tutup lebih awal.

“Hari ini (kemarin) masih buka setengah hari. Nanti tutup sampai Minggu depan,” kata Jefri.

Komplek Bumi Indah, Nagoya juga menjadi pusat perayaan malam tahun baru Imlek di setiap tahunnya. Tahun ini menjadi perayaan Imlek yang ke sembilan di kawasan yang memang tidak pernah disebutkan sebagai area pecinan.

Nuansa merah dengan tulisan warna keemasan kental terasa di perempatan jalan Imam Bonjol itu. Pentas untuk perayaan pun sudah berdiri.

“Malam nanti layaknya malam pergantian tahun masehi. Ramai warga yang berbondong-bondong ke sini untuk menyaksikan pesta kembang api,” tutur masyarakat setempat, Nining. (nji)

Update