Sabtu, 25 April 2026

Kebersamaan dalam Perayaan Imlek

Berita Terkait

Pesta kembang api menyemarakan perayaan Malan tahun Batu Imlek di Vihara Tua Pek Kong, Jumat (16/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Keberagaman dalam persatuan tampak pada malam Tahun Baru Imlek 2569 di Komplek Bumi Indah Nagoya, Kamis (15/2) malam lalu. Perayaan Imlek dimulai secara resmi dengan dibukanya mata naga oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Tak hanya suguhan barongsai yang memang khas warga Tionghoa, pada perayaan Imlek ini juga ditampilkan Tari Zapin dari sanggar Wan Sendari. Bahkan tamu penting diarak ke panggung utama dengan iringan barongsai dan di bagian depannya cogan, kipas raja Melayu.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Batam khususnya yang turut meramaikan malam perayaan Imlek tersebut. Bukan saja warga Tionghoa tapi juga warga Batam umumnya, dari berbagai suku dan agama.

“Kebersamaan ini sangat kita harapkan. Kita adalah satu dalam kehidupan demi menjaga keamanan. Dan Batam butuh keamanan untuk pembangunan,” ujarnya.

Pembangunan di Batam, kata Rudi, juga bisa berjalan baik berkat kerja sama FKPD. Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan lahan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang merencanakan, DPRD yang mengesahkan anggaran. Dan aparat keamanan baik TNI maupun Polri bersama menjaga pelaksanaan di lapangan.

“Kami juga bersatu, demi membangun Batam dan demi ekonomi masyarakat yang lebih baik,” kata Wali Kota.

Rudi mengatakan tahun ini Pemko Batam masih melanjutkan pelebaran jalan, khususnya kawasan Nagoya dan Batamcentre. Sedikitnya tujuh penggal jalan besar yang dikerjakan pemerintah tahun ini. Jika pembangunan jalan ini selesai, pemerintah berharap menarik semakin banyak wisatawan ke Batam.

“BP bangun destinasi, kami perindah kota, kita yang menjaga. Insya Allah pariwisata ramai,” sebutnya.

Selain itu, Pemko Batam juga sudah mendesain penataan Komplek Bumi Indah, tempat berlangsungnya acara. Kawasan belanja ini akan ditutup atap yang bersambung dari bangunan ke bangunan. Lokasi ini akan dibuat tertutup bagi kendaraan. Sehingga pengunjung bisa jalan kaki dengan nyaman dan satu toko ke toko lain.

Pedagang-pedagang kaki lima juga akan disiapkan tempat untuk berjualan, yakni di Pasar Induk Jodoh. Saat ini proses peralihan aset sedang dilakukan antarinstansi pemerintah. Setelah proses ini selesai, Pasar Induk akan segera dibangun ulang dengan desain baru yang lebih modern.

“Kalau selesai, seluruh pedagang di Nagoya-Jodoh saya pindahkan ke sana. Artinya Nagoya lebih bersih,” sebut Rudi.

Ketua PSMTI Kepri Eddy Hussi mengatakan perayaan Imlek tak cuma digelar di Batam, tapi juga kabupaten/kota lain di Kepri. Seperti di Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun.

Kegiatan sosial lain juga sudah dilakukan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek. Di antaranya bedah rumah, donor darah, dan sebagainya. Berbagai kegiatan tersebut bisa terselenggara berkat dukungan 19 yayasan marga Tionghoa yang ada. (mta)

Update