batampos.co.id – Aktivitas truk tanah di jalan Marina City kembali disorot. Pasalnya, selain membuat jalan yang baru diperbaiki dari dana APBD Kepri 2017 lalu, rusak, juga pemilik proyek mengklaim pihaknya sudah memiliki izin.
Bahkan pihak Kelurahan Batuaji saat dikonfirmasi tetap menyampaikan alasan yang sama, bahwasannya aktivitas proyek memiliki perizinan yang sah sehingga mereka tidak punya kewenangan untuk menghentikan proyek tersebut.
“Kewenangan kami hanya bisa mempertemukan warga dengan pihak proyek untuk mencari solusi yang tepat. Kalau untuk menghentikan bukan wewenang kami,” ujar Sekretaris Kelurahan Tanjunguncang Raja Febri Anugerah Putera.
Pihak proyek sendiri hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi. Saat didatangi ke lokasi proyek pekerja mengaku manajemen proyek tak ada di lokasi. Tonny yang disebut-sebut pekerja sebagai penanggung jawab proyek juga tidak bisa dihubungi sebab pekerja tidak mengaku tak memiliki nomor teleponnya.
“Kami hanya pekerja. Mereka yang sewa truk sama kami. Mereka (pihak) proyek katanya punya izin penggunaan jalan makanya kami kerjakan,” ujar Ujang koordinator kendaraan proyek di lapangan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Dishub Batam soal adanya izin proyek termasuk penggunaan jalan Marina City sebagai laluan truk proyek, mengaku belum mendapat laporan soal pemakaian jalan tersebut.
Kepala Dishub Batam Yusfa Hendri menyampaikan, biasanya pengangkutan tanah hasil cut and fill ada di Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Sejauh ini kami tak keluarkan izin soal itu,” ucap Yusfa, kemarin.
Ia menyampaikan, jika perusahaan terkait yang melakukan aktivitas tersebut sudah mendapat izin di BP Batam, seharusnya dilaporkan ke Pemko Batam. Namun hingga kini Dishub Batam sebagai pihak terkait belum mendapat laporan apapun.
“Harus koordinasi dengan Dishub juga,” terangnya
Dalam laporan, termasuk yang jadi pertimbangan adalah jalan mana yang akan dilalui. Tak hanya itu juga diatur tata cara angkut dari boks yang harus ditutup dan tak melebihi ketentuan tonase.
“Di kami memang ada andal lalin, kalau sudah melapor, ini (andal lalin) sesaui dengan kelas jalan, jika jalan kota yang urus Dishub Kota Batam, kalau provinsi yang urus ya Dishub Provinsi,” terangnya.
Namun demikian, ia memastikan akan menurunkan anggota Dishub Batam untuk mengecek langsung kondisi tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dampak yang timbul akibta aktivitas tersebut. “Saya sudah minta anggota cek ke lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu, ketenangan warga Marina City juga sudah mulai terusik atas aktivitas truk yang melewati jalan Marina Cyti. Sebab aktivitas truk tanah beroda 10 itu tak hanya siang tapi sampai larut malam.
Ketua RW 10 Marina View Kelurahan Tanjunguncang Ling-Ling mengakui, hal itu. Aktivitas proyek pematangan lahan itu tidak juga mengindahkan tuntutan warga sebelumnya yakni mengurangi jam kerja atau operasional kendaraan proyek dan juga menggantikan truk beroda 10 dengan roda enam agar tidak merusak aspal jalan.
“Tapi itu tidak dilakukan. Kami akan sampaikan ke kelurahan lagi,” ujar Ling-Ling, Selasa (20/2).
Bayu Dewa, tokoh masyarakat lainnya menambahkan yang lebih memprihatinkan, pihak proyek juga sepertinya enggan bertanggung jawab atas kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan proyek mereka. Warga sudah mendesak pihak proyek untuk segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut namun pihak proyek malah menyarankan warga untuk diusulkan dalam Musawarah Rencana Pembangunan (Musrembang).
“Sudah tak betul proyek itu. Klaim punya perizinan tapi kelakukannya seperti itu. Masa jalan rusak karena kendaraan proyek yang perbaik pemerintah,” ujar Bayu.
Imbas dari aktivitas kendaraan proyek itu kerusakan jalan Marina City kain bertambah parah. Hampir seluruh ruas jalan sudah penuhi lubang. Korban kecelakaan lalulintaspun berjatuhan seperti yang dialami Nursiah, warga Marina Grand yang jatuh dari sepeda motornya saat pulang menjemput anaknya dari SMPN 47, Marina, Selasa (20/2) siang.
Nursiah tak bisa mengendalikan sepeda motornya saat terjebak dalam jalan berlubang simpang Polsek Batuaji karena berusaha menghindar truk beroda sepuluh yang mengankut material tanah itu.
“Tak ada celah lagi karena dari depan ada truk tanah itu. Saya dan anak saya jatuh,” ujar Nursiah.
Atas kejadian itu Nursiah dan puterinya mengalami luka ringan di sekujur tubuh karena terbentur di aspal jalan. (adi/eja)
