batampos.co.id – Pabrik pengolahan rumput laut Kecamatan Bunguran Utara yang dikelola Perusahaan Daerah Natuna kini terbengkalai, seiring vakumnya perusahaan plat merah beberapa tahun terakhir.

Warga di Kecamatan tersebut menyayangkan terbengkalainya pabrik rumput laut tersebut. Padahal sebagian warga mengharapkan pabrik tersebut tetap berjalan untuk menunjang ekonomi masyarakat pesisir.

“Pabrik rumput laut itu sudah beroperasi dulunya. Petani rumput laut laut sangat terbantu, karena ada yang menampung. Tapi sejak beberapa tahun lalu, pabrik tutup,” ungkap Kadori, warga Kecamatan Bunguran Utara kemarin.


Warga setempat kata Kadori, mengharapkan tumbuhnya industri rumput laut, agar dapat menambah pendapatan masyarakat pada musim tertentu. Karena potensi rumput laut masih menjanjikan diwilayah perairan Kecamatan Bunguran Utara.

Sementara Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Pemerintah daerah masih merencanakan kelanjutan Perusahaan Daerah tersebut, agar lebih produktif. Dan terdapat opsi lain untuk membubarkan perusahaan daerah karena tidak produktif.

“Selama ini Perusda tidak produktif, hanya bisa menyusui APBD. Mungkin lebih baik dibubarkan,” kata Hamid Rizal kemarin.

Menurutnya, lebih tepat Perusda diganti Badan Usaha, sehingga lebih fokus bidang usaha yang dikelola. Dan perusahaan tidak sepatutnya terus ditopang APBD. Usaha yang dikelola harus produktif dan berkelanjutan, membantu menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Solusi-solusi perusahaan daerah atau pembentukan badan usaha milik daerah ini masih dibicarakan,” ujar Hamid Rizal.(arn)

Loading...