
batampos.co.id – Pemerhati politik, Endri Sanopaka menilai masing-masing pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang tidak bisa berharap lebih dukungan dari etnis tertentu. Karena itu tidak bisa menjadi parameter untuk memenangi pertarungan.
“Tanjungpinang adalah daerah yang sangat mengedepankan keberagaman. Artinya ada multi etnis sekarang ini di Tanjungpinang. Jika mengandalkan politik kesukuan, maka itu akan menjadi bomerang,” ujar Endri Sanopaka, Senin (26/2) di Tanjungpinang.
Akademisi, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Tanjungpinang tersebut menjelaskan, meskipun ada tokoh-tokoh masyarakat tertentu yang menyatakan dukungan kepada salah satu calon, tidak menjadi jaminan bulat memberikan dukungan.
“Apalagi jika menggunakan politik identitas, maka itu berpotensi mencetus terjadinya SARA di tengah-tengah masyarakat Tanjungpinang,” papar Endri.
Menurut Endri, hubungan partneralistik dari seorang tokoh masyarakat memang bisa memberikan pengaruh arah dukungan suara etnis tertentu kepada salah satu pasangan calon. Lebih lanjut katanya, hal lainnya yang turut mempengaruhi adalah identitas kepartaian salah satu suku juga sering dilekatkan pada salah satu partai.
“Semisalnya orang Jawa identik pilihan partainya atau loyal terhadap PDIP ataupun sebagian juga ke demokrat, karena tokohnya yaitu pak SBY mewakili identitas dari salah satu daerah di Jawa Timur, yakni Pacitan,” paparnya lagi.
Melihat perkembangan sekarang ini, masyarakat juga menunjukan grafik yang meningkat. Dalam memahami bahasa-bahasa politik yang ada di tengah-tengah masyarakat. Ditegaskan Endri, persoalan yang terpenting sekarang ini, kedua pasang calon harus bisa mengedukasi pendukungnya untuk menjadi barier, demi terwujudnya pilkada yang tertib dan damai.
“Kita semua masyarakat Tanjungpinang punya tanggungjawab yang sama, yakni untuk mengawal Pilkada Tanjungpinang berjalan dengan damai,” tutupnya.
Belum lama ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Robby Patria sudah menyerukan kepada semua elemen di Tanjungpinang untuk menjaga pesta demokrasi Pilwako dan Wawako Tanjungpinang priode 2018-2023 berjalan dengan baik.
“Semua pihak harus bersinergi. Apalagi Tanjungpinang adalah satu-satunya daerah di Kepri yang menggelar Pilkada. Target kita tentunya bisa menjadi penyelenggara yang baik, begitu dengan hasilnya,” ujar Robby Patria.(jpg)
