Minggu, 19 April 2026

Hang Nadim Layani Pasar Dagang Elektronik

Berita Terkait

Para penumpang pesawat menunggu bagasi saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Mimpi Batam memiliki bandara internasional yang menjadi pusat logistik akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Rencana tersebut memuat kajian bahwa Batam bisa melayani pasar dagang elektronik hingga empat jam lewat perjalanan udara, baik dalam maupun keluar negeri.

“Rencana ini bisa menunjang pertumbuhan usaha kecil menengah di kota industri ini khususnya yang berorientasi ke market digital, ” kata Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata, belum lama ini.

Ia yakin jika bisa terwujud, maka Batam bisa memasarkan langsung ke Bangkok, Busan, Manila, Surabaya, Makasar dan tempat lain hanya dalam empat jam.

Selain itu, BP Batam akan mencoba bekerjasama dengan sejumlah perusahaan dagang elektronik dalam dan luar negeri, contohnya Lazada, Amazon, Bukalapak dan sebagainya. Toko dagang elektronik ini bisa menaruh stok barang dagangannya di Batam, kemudian didistribusikan ke pemesan barang.

“Dari seluruh dunia bisa menyimpan barangnya di Hang Nadim. Hang Nadim jadi penyiapan barang-barang yang akan dikirim dalam waktu singkat,” paparnya.

Selain menjalin kerjasama dengan pelaku dagang elektronik, Bandara dan pelabuhan juga akan jadi logistik hub untuk barang keperluan industri dalam negeri. Tujuannya agar industri dalam negeri tak perlu lagi memesan bahan baku ke negara asal, karena sudah ada stoknya di Batam.

“Industri Batam, dan industri dalam negeri lainnya akan terbantu,” tuturnya.

Untuk keperluan pengembangan hang Nadim menjadi Hub Logsitik, BP Batam tengah merancang sejumlah pengembangan. Rencananya lembaga otoritas FTZ ini akan menggandeng pihak swasta untuk pembangunan infrastruktur, dan konsesi pengelolaan Hang Nadim.

“Rencananya Maret kita akan Market Sounding. kita lakukan penjajakan pasar, mencari peminat terhadap upaya pemanfaatan kerjasama pembangunan Hang Nadim,” ujar Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

Sejauh ini dari 1.760 hektar lahan bandara internasional ini, baru sekitar 40 persen yang dimanfaatkan. Masih banyak kebutuhan infrastruktur yang harus dilengkapi. Termasuk pembangunan terminal logistik dan terminal penumpang.

Lukita berharap tahun depan sudah ada penandatanganan perjanjian kerjasama dengan investor yang tertarik. Baik dalam proyek pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, maupun konsesi pengelolaan bandara Hang Nadim Batam.

“Pembangunan dari pihak ketiga, tak ada dari dana pusat,” ujarnya. (leo)

Update