
batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun, mencatat pembuatan kartu kuning (AK-1) selama tahun 2017, terjadi peningkatkan dibandingkan tahun 2016 sebelumnya. Di mana, pada tahun 2016 tercetak 554 lembar AK-1, sedangkan pada tahun 2017 lalu tercetak 739 lembar yang dipersentasekan terjadi kenaikan sekitar 25 persen.
“Pembuatan AK-1 tersebut, tidak dipungut biaya alias gratis,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun Hazmi Yuliansyah, Senin (26/2).
Pembuatan AK-1 tersebut, tidak sulit persyaratannya. Cukup membawa kartu identitas, ijazah terakhir, dan foto langsung ditempat. Artinya, untuk mendapatkan AK-1 tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Kalau dilihat dari biodata para pembuatan AK-1, untuk kelulusan pendidikan paling rendah masih ada SMP, SMA, D1, D2, D3 dan Sarjana.
“Biasanya yang ramai pada bulan Juli dan Agustus. Karena banyak dipergunakan untuk melamar pekerjaan sebagai salah satu persyaratan,” ungkapnya.
Namun kendalanya, kata Hazmi lagi setelah masyarakat mendapatkan pekerjaan biasanya mereka jarang melaporkan ke dinas. Sehingga, untuk pendataan yang telah membuat AK-1 sebelum bekerja dan sesudah bekerja agak sulit untuk didata.
“Kalau dilihat jumlah tenaga kerja lokal diperkirakan seribu orang lebihlah. Karena, terjadi pengurangan tenaga kerja di salah satu perusahaan di kawasan FTZ,” kata Hazmi.
Sementara itu pantauan di lapangan, suasana kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun terlihat sepi dari aktivitas masyarakat yang ingin membuat AK-1.
“Baru siap nih bang, buat melamar pekerjaan. Mana tau nasib baik bisa masih menjadi komisioner KPU Karimun,” kata Izal, salah seorang warga Karimun. (tri)
