
batampos.co.id – Balai Veteriner Bukit Tinggi Padang Sumatera Barat melaksanakan monitoring virus Asian Influenza (AI) atau lebih dikenal dengan istilah flu burung. Untuk mengidentifikasi masuknya virus ini, Balai Veteriner melakukan pengambilan sample darah unggas untuk di cek di laboratorium.
Salah satu pegawai bidang peternakan Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas dr Ardi, mengatakan, untuk pengambilan sampel kali ini, ada 35 responden atau pedagang atau peternak. Satu responden ada 5 ekor yang di ambil samplenya.
Jika setelah dicek laboratorium hasilnya positif ada virus flu burung Katanya, maka penanganannya akan segera dilakukan. Mulai dari membekukan keluar masuknya ayam dari dan keluar Anambas. Hingga ke proses pemusnahan. “Kita masih menunggu hasilnya, jika memang terbukti positif ada flu burung, maka langsung akan dilakukan penanganan,” ungkap dr Ardi, kepada
Namun katanya, sampai tahun ini, belum pernah ada flu burung, sehingga pihaknya saat ini masih dalam upaya pencegahan masuknya virus mematikan tersebut. “Kita ini sifatnya pencegahan,” ungkapnya lagi.
Sementara itu ketua tim monitoring flu burung dari Balai Veteriner Bukit Tinggi Padang Sumatera Barat Drh Niko Febrianto. Menjelaskan, kegiatan ini merupakan konsep pembebasan flu burung di Provinsi Kepri khususnya di Anambas.
Menurutnya, bukan hanya ayam tapi hewan lain juga diperiksa seperti anjing dan kucing. Apakah ada Rabies atau tidak. Pmonitoring seperti ini dilaksanakan selama dua kali dalam setahun yakni pada musim panas dan musim hujan. Karena ada perbedaan cuaca.
Dirinya mengimbau karena saat ini belum ada flu burung di Anambas, maka diharapkan kepada seluruh peternak agar menjaga kesehatan peternak dengan memperhatikan sanitasi dan terus menjaga kebersihan lingkungan kandang ayam. “Untuk sementara Pencegahannya yakni penyempurnaan kandang. Dan sanitasi yang baik,” jelasnya. (sya)
