Sabtu, 7 Februari 2026

BP Batam Rela Kehilangan Pendapatan, Asal …

Berita Terkait

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan tahun ini merupakan saat yang tepat untuk ekpansi usaha, khusunya bisnis aviasi. Bahkan BP Batam mengaku rela kehilangan pendapatan dari sektor lahan lewat pemberian insentif asalkan investornya serius dalam membangun.

“Contohnya Lion jika mau buat ekspansi Maintenance Repair and Overhaul (MRO) dan butuh uang sewa lahan lebih murah akan dikasih diskon. Asalkan serius membangun, kami rela kehilangan pendapatan,” ujarnya saat menjadi pembicara di acara Batam Economic Forum di Hotel Radison, Batam, Selasa (27/2).

Ia mengatakan hal tersebut karena menurutnya Batam sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pusat bisnis aviasi di Indonesia. Makanya BP Batam sudah mempersiapkan ancang-ancang pembahasan hal teknis soal pemberian insentif baik itu diskon maupun insentif lainnya.

“Bisnis aviasi itu menarik. Tapi kami harus sampaikan dulu ke Dewan Kawasan (DK). Soal perizinan sudah sangat mendukung. Kami akan kawal dan fasilitasi biar cepat selesai perizinannya,” katanya.

Dalam masukan tersebut, Lukita juga mendapat masukan mengenai pengembangan bisnis aviasi. Secara kuantitas, Batam jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

Sedangkan Vietnam sudah memulai pengembangan bisnis aviasi secara komprehensif. Batam yang memiliki lokasi strategis sangat tepat dikembangkan sebagai hub aviasi di Asia Tenggara. Apalagi Batam sudah memiliki Lion dengan MRO-nya dan juga Garuda Maintenance Facility (GMF) yang juga akan membangun MRO.

Kemudian untuk pengembangan SDM unggul di aviasi, Batam sudah memiliki Politeknik Batam yang sudah membuka jurusan pendidikan penerbangan. Sehingga dengan demikian jalan terang sudah mulai terbuka lebar dan tinggal menunggu dukungan insentif baru untuk mempermulus jalannya.

Disamping itu, BP Batam juga akan berupaya untuk melibatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam menumbuhkan ekonomi Batam hingga 7 persen dalam dua tahun.

Namun rencana tersebut harus melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti Pemko Batam dan juga Pemprov Kepri.

BP Batam kata Lukita akan mempersiapkan lahan khusus untuk industri UKM.”Jika minta 10 hektare, kami siapkan asalkan serius,” jelasnya.

Dalam hal ini, ia mencontoh negeri jiran Singapura. Negeri singa memiliki industri UKM yang bergerak di sektor pembibitan ikan yang kemudian hasilnya diekspor.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memberikan memberikan sambutan pada acara Batam Ekonomi Forum di Hotel Radison, Selasa (27/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Jika dibuat di Batam, maka bisa diekspor ke Singapura nanti. Untuk potensi lainnya sangat bagus karena Batam sudah menerapkan hidroponik sehingga sangat bagus untuk kembangkan industri UKM atau UKM berbasis pariwisata,” jelasnya,.

Senada dengan Lukita, Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata juga mengatakan bahwa luas lahan yang ideal untuk mengembangkan UKM berkisar 20-30 hektar.

Disamping persiapan lahan yang memadai, BP Batam juga melihat potensi UKM bisa dimanfaatkan sedemikian rupa jika mengadopsi konsep pemanfaatan ruko sebagai kantor.

“Ada ribuan ruko dengan ratusan pemilik yang bisa dimanfaatkan. Nanti bisa dibikin blok tertentu yang khusus untuk buat sepatu atau baju atau jam tangan KW. Dalam satu blok ada sepatu buatan Thailand maupun China,” jelasnya.

Dengan begitu, maka warga asing punya tujuan datang ke Batam. Karena dengan model pengembangan seperti itu, maka Batam memiliki destinasi wisata yang dapat menjadi ikon baru khas Batam. (leo)

Update