Rabu, 8 April 2026

Diduga Depresi, Pekerja India Diciduk

Berita Terkait

Terlapor Rengaraj Penussamy saat diciduk di dormitorinya usai melakukan aksi memalukan di dormitori pekerja PT Esco Bintan Indonesia, Kawasan Industri Bintan (KIB), Senin (26/2) sekitar pukul 17.30 WIB. F. Polsek Bintan Utara untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Diduga depresi karena persoalan keluarga yang tidak kunjung selesai, Rengaraj Penussamy pekerja asing di PT Singatac Lobam melampiaskan masalahnya dengan melakukan kelakuan anehnya di depan perempuan. Gara gara kelakuan anehnya, membuat beberapa perempuan di dormitori pekerja PT Esco Bintan Indonesia, Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam risih dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Sudah dipanggil ke kantor namun tidak ditahan karena sebatas pelanggaran kesusilaan,” ungkap Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir.

Jaswir menuturkan, Senin (26/2) sekitar pukul 17.30 WIB, pelapor bernama Yovita Eraya melihat terlapor bernama Rengaraj Penussamy berdiri di depan dormitori pelapor. Terlapor saat itu memasukkan tangannya ke dalam celana sambil memegang alat kemaluannya.

Melihat kelakuan terlapor, pelapor buru buru masuk ke dalam dormitorinya dan memberitahukan kepada kedua temannya, Dewi dan Eva. Demi keamanan para penghuni dormitori, mereka lalu mengunci pintu dormitori.

Meski dikunci, saat itu terlapor nekad memaksa masuk ke dalam dormitori dengan mengetuk pintu. Tak hanya itu, terlapor juga mengintip lewat jendela. Karena sudah menimbulkan kerisihan bagi penghuni dormitori, akhirnya terlapor diadukan ke sekuriti PT ESCO.”Langsung kita amankan ke kantor polisi setelah menerima laporan dari pelapor,” kata Jaswir.

Saat interogasi Jaswir mengatakan, terlapor mengakui telah mengonsumsi alkohol. “Tidak mabuk, karena bicaranya lancar saat ditanya, memang dia mengaku ada sedikit minum,” katanya. Kepada penyidik, terlapor mengakui jika sedang dirundung masalah keluarga di negaranya. Karena, masalah yang tak kunjung selesai itu, terlapor nekad melakukan perbuatan yang memalukan itu.

“Terlapor tidak sampai ditahan, karena pihak manajemen terlapor bekerja sudah meminta maaf ke korban. Namun, bagaimana nantinya kami akan melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi,” tukas dia. (met) 

Update