Rabu, 8 April 2026

Mencari Laba dari Celah Bisnis Negeri Jiran

Berita Terkait

batampos.co.id – Taipan asal Batam, Kris Wiluan mengatakan Batam perlu dikembangkan sebagai pusat logistik untuk bisa berinteraksi secara nyata dengan Singapura. Negeri jiran (tetangga, red) tersebut banyak mengimpor bahan makanan pokok dari luar, sehingga Batam bisa memanfaatkan celah tersebut untuk memperkuat sistem logistik dengan pembenahan Pelabuhan Batuampar.

“Kita harus tingkatkan kerjasama dengan Singapura, mereka banyak keperluan ekonomi dengan Indonesia, karena mereka impor makanan dari luar,” katanya di Hotel Radison saat acara Batam Economic Forum, Selasa (27/2).

Dengan demikian, Indonesia bisa menawarkan produknya lebih cepat ke Singapura karena memiliki pusat logistik yang dapat mengantarkan bahan makanan pokok dengan cepat.

Disamping itu, Singapura juga banyak mengambil pasir dari Indonesia untuk membangun kotanya.”Mereka butuh pasir banyak sehingga butuh banyak logistik,” jelasnya.

Keberadaan pelabuhan yang representatif sebagai hub logistik sangat dibutuhkan karena Batam ternyata memiliki banyak manfaat untuk negara lain seperti Singapura.

Selain itu, pusat logistik yang sukses akan menciptakan efek berantai bagi sektor lainnya. Singapura yang memiliki ketergantungan besar kepada Batam pasti akan menjalin kerjasama lebih erat terutama dalam bidang pariwisata karena melihat Batam bisa mengelola pelabuhannya dengan baik.

“Kita juga perlu kerjasama di bidang pariwisata dengan Singapura karena ada 30 juta turis Singapura masuk Indonesia. Contoh bentuk kerjasama itu adalah buat showcase aneka produk Batam dan itu bisa dikerjasamakan dengan Singapura,” paparnya.

Disamping itu, pusat logistik yang baik akan mengakselerasi pertumbuhan industri migas di Batam yang sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir ini.

Kris Wiluan | The Peak Singapore

“Kami bisa bangun infrastruktur untuk alat perminyakan dengan cepat. Tenaga kerja lokal tentu juga akan terpakai,” ungkapnya.

Langkah taktis tersebut harus cepat disikapi pemerintah daerah di Batam karena pada dasarnya untuk kompetensi SDM, Batam sangat unggul.

Menanggapi hal tersebut, Deputi II BP Batam Yusmar Anggadinata mengatakan pengembangan Batam sebagai pusat logistik akan mereduksi biaya produksi industri di Batam.

Selama ini memang biaya logistik banyak dikeluhkan karena dianggap mahal. Makanya Pelabuhan Batuampar diprioritaskan untuk dibangun sebagai gudang logistik. Pengembangan tersebut akan memakan biaya sebesar 400 juta Dolar Amerika yang berasal dari dana pihak ketiga.

Untuk pengelolanya nanti, BP Batam akan membuka lelang. Tapi akan memprioritaskan kepada perusahaan-perusahaan yang telah malang melintang di bidang logistik.

“Kami akan mencari orang logistik yang punya pengalaman panjang. Nanti bisa kombinasi,” paparnya.(leo)

Update