Kamis, 5 Februari 2026

Presiden Jokowi Restui 7 Proyek di Kepri

Berita Terkait

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyampaikan tujuh rencana proyek di Kepri saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/2). Nurdin menyebut, Presiden menyetujui semua rencana proyek tersebut.

“Para menteri diminta mem-follow up ini semua dan mencari aturan supaya investasi yang masuk dipermudah,” kata Nurdin usai rapat terbatas dengan Presiden, kemarin.

Nurdin menyebutkan, tujuh rencana proyek dan investasi tersebut antara lain pembangunan Jembatan Batam-Bintan, pengembangan Pelabuhan Tanjung Sauh di Batam, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, KEK Pulau Asam di Karimun, pengembangan Pelabuhan Batuampar di Batam, pengembangan dan modernisasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, dan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Batam.

Gubernur merinci, sesuai dengan namanya, Jembatan Batam-Bintan akan dibangun untuk menghubungkan kedua wilayah tersebut. Panjang jembatan diperkirakan mencapai tujuh kilometer dengan total investasi mencapai Rp 7,1 triliun.

Menurut Nurdin, pembangunan jembatan ini akan meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa industri, serta pasokan air bersih hingga gas dari Batam ke Bintan.

“Kepri meminta dukungan aturan pemerintah untuk merealisasikan proyek ini melalui skema joint venture bersama investor swasta dan local partner,” katanya.

Sementara untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Sauh, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp 20 triliun. Pelabuhan ini nantinya akan menjadi pelabuhan peti kemas modern, container yard, kawasan industri terpadu pengolahan dan penyimpanan gas, serta sebagai penghubung logistik dan gerbang pelabuhan utama di wilayah Indonesia bagian barat.

“Target kapasitasnya 5 juta TEUs per tahun,” terang Nurdin.

Sedangkan pembangunan KEK Galang Batang sudah bergulir sejak 2017 lalu. Hingga akhir 2017, nilai investasi yang sudah direalisasikan mencapai Rp 1,1 triliun dari total rencana investasi sebesar Rp 36,2 triliun.

“Soal KEK Galang Batang, tadi Bapak Presiden di depan saya langsung menandatangani Keppres untuk Dewan Kawasan,” kata Nurdin.

Nurdin yakin realisasi investasi di Galang Batang semakin cepat. Investor akan langsung melakukan pembangunan jalan, pelabuhan, termasuk pasokan energi untuk mendukung industri tersebut.

Untuk KEK Pulau Asam di Karimun akan dijadikan pusat pengumpul migas, industri, dan container yard dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional. Nurdin menyampaikan, untuk kawasan ini Presiden langsung memerintahkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk menuntaskan persoalan terkait.

Kemudian soal pengembangan Pelabuhan Batuampar di Batam, rencananya akan dilakukan beberapa pengembangan dengan tujuan untuk memodernisasi sarana dan prasarana, pengembangan container yard, pengembangan sistem manajemen pelabuhan.

“Kapasitasnya akan ditingkatkan. Dari 400 ribu TEUs akan menjadi 1 juta TEUs per tahun,” kata Nurdin.

Sementara Batam Light Rail Transit dikembangkan untuk penyediaan transportasi massal yang murah dan mampu mengatasi kemacetan. Rute yang direncanakan mulai dari Hang Nadim-Nagoya dan Tanjunguncang-Mukakuning-Batam Center.

“Demikian Bandara Hang Nadim akan terus dikembangkan berbagai fasilitasnya,” kata Nurdin lagi.

Dalam pertemuan singkat kemarin, Nurdin juga memaparkan nilai strategis Kepri. Kepada Presiden Nurdin mengatakan, jika dikelola dengan baik, Kepri akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

“Ahamdulillah semua direspon dan diminta dilaksanakan segera,” kata Nurdin sumringah.

Saat menerima Nurdin beserta rombongan, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sedangkan Gubernur didampingi Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Asisten Ekbang Syamsul Bahrum, Karo Pembangunan Aries Fhariandi, Kadis PU Abu Bakar, Kadis Perhubungan Jumhur Ismail, Kadisperindag Burhanuddin, Karo Humas Protokol dan Penghubung Nilwan, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Kawasan dan Investasi Johanes Kenedy, dan Direktur PT Bintan Alumina Indonesia, Santoni. (jpg)

Update