Maket pembangunan Monumen Bahasa. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan, Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan kelanjutan pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang tergantung pada proses hukum. Menurutnya, sampai saat ini masih belum ada keputusan apapun.

“Dari evaluasi yang sudah kami lakukan, persoalan yang terjadi adalah masalah manajemen saja. Sehingga memberikan konsekuensi buruk pada kegiatan yang dilakukan,” ujar Abu Bakar, Selasa (27/2) di Tanjungpinang.

Mantan Pejabat Karimun tersebut berani memberikan jaminan, jika persoalan hukum selesai, pihaknya akan menuntaskan pembangunan infrastruktur tersebut. Diakuinya, pihaknya memang sudah mendapatkan tugas untuk menengani infrastruktur tersebut. Tetapi, tetap tidak akan bertindak sampai selesainya proses hukum.

“Kami hanya menunggu perintah saja. Jika sudah ada kepastian hukum, maka bisa kami lanjutkan,” papar Abu Bakar.

Terpisah, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Abdul Razak tetap berharap, MBM Penyengat ada titik jelas soal nasib pembangunannya. Menurutnya MBM adalah hasil mufakat 12 antara LAM Kepri dengan LAM Riau. Dijelaskannya, semangat pembangunan tersebut adalah meneguhkan bahwa bahasa pemersatu bangsa berasal dari Penyengat.

“Kita sudah berulang kali sampaikan kepada Pak Gubernur. Permintaan kami, MBM Penyengat tetap harus ada wujudnya nanti,” ujar Abdul Razak.

Seperti diketahui, pembangunan MBM di bawah kendali Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri pada tahun 2014 lalu dikerjakan PT Sumber Tenaga Baru (STB) dengan kontrak kerja sebesar Rp 12,5 miliar mulai dilaksanakan pada pertengahan 2014 lalu. Pada perjalannya terjadi wan prestasi, yang menyebabkan kontraktor di black list.

Karena dinilai gagal, dibawah Gubernur Kepri priode 2010-2015, Muhammad Sani langsung membuat keputusan strategis, yakni memberikan perintah kepada Dinas PU Kepri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsikan Kepri menitahkan (meminta,red) Pemprov Kepri untuk melakukan pembangunan kembali MonumenBahasa Melayu (MBM) Pulau Penyengat, Tanjungpinang.(jpg)