Senin, 13 April 2026

Tumbuhkan Generasi Cinta Lingkungan

Berita Terkait

Kadisdik Karimun Bakri Hasyim meninjau karya siswa SMPN 2 Karimun dari hasil daur ulang saat pameran, Selasa (27/2). F. Ichwanul/Batam Pos.

batampos.co.id – SMPN 2 Karimun menggelar pameran hasil karya siswa, Selasa (27/2) kemarin. Pameran untuk kali kedua ini, dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Bakri Hasyim SSos MMPub.

Berbagai kreasi hasil karya siswa dari daur ulang sampah ditampilkan. Diantaranya dalam bentuk kerajinan, fashion show, hingga pemilihan duta lingkungan. Untuk lebih memeriahkan kegiatan, juga ditampilkan tarian, yel-yel cinta lingkungan, musik tradisional, hingga hiburan musik dan kreasi lainya yang diikuti oleh seluruh siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Bakri Hasyim mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan SMPN 2 Karimun. Terlebih hasil kreatif siswa dalam memanfaatkan sampah untuk didaur ulang menjadi hasil karya yang bermutu.

“Kita patut berbangga dengan anak didik, khususnya SMPN 2 Karimun, yang mampu mendaur ulang sampah menjadi haril karya kreatif bernilai. Ini menunjukkan kerjasama yang baik dalam penguatan pendidikan keluarga,” ungkap Bakri Hasyim.

Tidak cukup mengapresiasi, Kadisdik yang hadir bersama jajarannya turut membeli sejumlah hasil karya para siswa yang ditampilkan. Pun begitu dengan para undangan, serta orangtua siswa juga ikut membeli hasil karya yang dipamerkan.
“Bagus-bagus semua hasil karya siswa SMPN 2 Karimun,” sebut Bakri.

Sementara Kepala SMPN 2 Karimun Salawati SPd menjelaskan, tujuan pameran adalah memupuk peserta didik mencintai lingkungan dengan pandai mengolah 3R (Reuce, Reduce, recycle) sampah menjadi berdaya guna. Hasil kreativitas dari daur ulang sampah tadi mampu dikomersilkan.

“Selain pameran, kegiatan ini mewujudkan sekolah Adiwiyata yang ramah, dan berbudaya lingkungan,” bebernya.

Untuk tahun 2017, SMPN 2 Karimun predikat penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten. Atas keberhasilan itu, SMPN 2 Karimun bersama empat sekolah SMPN lainnya akan bersaing Adiwiyata tingkat provinsi.

“Cinta lingkungan, menjaga kebersihan, menumbuhkan karakter, kompetensi dan problem solving masalah lingkungan merupakan pembelajaran berbasis adiwiyata yang dikembangkan di SMPN 2 Karimun. Tidak cukup di tingkat kabupaten, kami berharap meraih penghargaan serupa di tingkat provinsi, bahkan nasional seperti sekolah lainnya,” ujar Salawati penuh harap. (enl)

Update