
batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Zulkifli kesal karena pembangunan sejumlah waduk di Kabupaten Bintan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Bintan. Produksi air baku dari sejumlah waduk di Bintan jsuteru mengalir ke Tanjungpinang.
“Pembangunan Waduk Kawal sudah dimulai, namun keberadaan waduk selama ini tak ada pengaruh ke masyarakat Bintan. Saya minta jangan hanya membangun waduk, namun manfaatnya harus dirasakan masyarakat Bintan,” kata Zulkifili saat meninjau pembangunan waduk Kawal di Gunung Kijang,Selasa (27/2) siang.
Contohnya yang sudah ada, kata dia, Waduk Sei Pulai dan Waduk Sei Gesek. Masyarakat sekitar waduk sama sekali tidak menerima manfaat. “Sampai sekarang masyarakat masih bergantung air sumur. Ini konyol waduk di depan mata tapi mereka tidak menikmati airnya,” kata dia
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan Agus Wibowo mengatakan, Waduk Kawal dibangun di atas lahan sekitar 219 hektare di Kecamatan Gunung Kijang dan Toapaya. Hingga saat ini, progres pembangunannya telah mencapai sekitar 40 persen. Mengenai keinginan masyarakat terkait air bersih, ia akan berupaya memfasilitasi keinginan masyarakat dengan pihakPDAM Tirta Kepri.
Sehingga masyarakat di sekitar waduk dapat menikmati air bersih.”Saya pikir ini wajar, karena air baku diambil dari kampung mereka,” kata dia.
Sekedar diketahui, pembangunan waduk Kawal dengan anggaran sekitar Rp 84 miliar ditargetkan selesai pada 2019. Waduk dengan luas 219 hektare itu akan menghasilkan debit air sekitar 476,20 liter/detik. Produksi airnya akan melayani kebutuhan air bersih masyarakat Tanjungpinang.(met)
