batampos.co.id – Sebanyak 16 ribu peserta akan mewarnai penyelenggaraan event berskala internasional Batam Menari yang akan dihelat pada 8 April Nanti. Seniman terkenal Guruh Soekarno Putra telah merancang konsep koreografi bertajuk Rampai Batam yang bertujuan untuk menyatukan masyarakat Batam yang terdiri dari berbagai etnis nusantara.

Iklan

“Koreografi yang saya ciptakan terdiri dari perwakilan empat unsur etnis yang ada di Batam, seperti Melayu, Minang, Batam dan China,” kata Guruh Soekarno Putra di Kantor Marketing Centre BP Batam, Kamis (1/3).

Guruh memaparkan bahwa konsep koreografi yang dirancangnya tidak akan terlalu rumit dan akan mudah diikuti. Karena target peserta nanti juga akan menyasar ke masyarakat Batam. Durasinya juga tidak lama-lama, hanya tujuh menit. Begitu juga dengan musiknya yang akan mengadopsi nuansa Melayu, Minang, China dan Batak.

“Jika nanti konsepnya dianggap sulit, maka akan disederhanakan saja. Kami sudah sebulan memulai persiapan dengan mengirim pelatih tari dari grup saya yakni Kinarya GSP,” ujarnya.

Sedangkan untuk nama Rampai Batam, Guruh mengatakan nama tersebut terinspirasi dari kelompok-kelompok bunga yang terdiri Melati, Mawar, Cempaka, Kenanga. Dan ketika digabungkan maka disebut Rampai.”Karena Batam terdiri dari multi etnis sehingga Rampai Batam akan menyatukan masyarakat Batam,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengungkapkan kalau penyelenggaraan event Batam Menari ini digelar dengan tujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi kemasyarakat lewat event pariwisata. Dan tujuan yang lebih besar lagi adalah untuk memecahkan rekor Museum Umum Rekor Indonesia (MURI) dalam jumlah peserta. Untuk lokasi belum ditentukan secara pasti, tapi sudah pasti akan diselenggarakan di Batamcentre.

Sebelumnya, rekor MURI masih dipegang oleh Pagelaran Tari Saman di Aceh pada Agustus 2017 dengan total jumlah peserta mencapai 12.262 peserta.

“Ini untuk menunjukkan kepada dunia jalinan kebersamaan multi etnis di Batam. Makanya kami libatkan masyarakat untuk ikut menari. Kami targetkan 16 ribu dengan mengharapkan unsur msayarakat bisa ikut secara sukarela,” harapnya.

Ia mengakui mengumpulkan jumlah peserta sebanyak itu dalam tempo sebulan bukanlah hal yang mudah. Belum lagi menyeiramakan gerakan tari dan harmonisasi dengan musik pengiring bukan pekerjaan mudah untuk dilakukan dalam waktu singkat.

“Makanya sebagai langkah awal kami akan identifikasi dulu kelompok masyarakat paguyuban dan sebagainya. Lalu kami akan memilih 150 instruktur yang akan dilatih intensif dan kemudian tiap instruktur akan melatih 100 orang peserta,” ujarnya.

Tim dari BP Batam juga sudah bergerak untuk mengumpulkan peserta. Lukita menargetkan agar seluruh elemen masyarakat bisa ikut serta. Karyawan BP Batam juga akan ikut.

BP Batam juga sudah bergerak untuk mempromosikan acara ini keluar negeri agar wisman asing juga ikut menari. Namun ketika ditanya mengenai target wisman yang ingin dicapai lewat even ini, Lukita mengatakan tidak akan mematoknya.

“Yang terpenting dari acara ini agar bisa menjadi kalender tahunan. Dan kemudian diingat orang, hal tersebut yang paling penting,” ucapnya.

Dalam acara ini, BP Batam juga akan membagikan stan-stan gratis kepada UKM agar bisa ikut menjajakan kulinernya.”Karena even ini dari BP Batam untuk masyarakat. Agar pertumbuhan ekonominya bisa bergerak,” katanya.

Sedangkan mengenai estimasi biaya, Lukita mengatakan dananya bisa mencapai Rp 7 miliar. Tapi BP Batam tidak akan sendiri, mereka akan melibatkan sponsor untuk membiayai 70 persen pendanaan.(leo)