batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan perusahaan konstruksi Cina siap menggarap pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin). Mantan Bupati Karimun itu berharap, Jembatan Babin dapat terlaksana pembangunannya di tahun 2018 ini.

“Sudah ada perusahaan kontruksi Cina yang siap untuk menggarap Jembatan. Apalagi mereka berpengalaman dalam membangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu),” ujar Gubernur Nurdin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kamis (1/3).

Menurut Nurdin, pembangunan Jembatan Babin bisa meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa industri, serta pasokan air bersih, gas dari Batam-Bintan. Melalui pembangunan ini juga membangun martabat bangsa.

“Pulau Bintan selain adanya banyak industri, juga merupakan destinasi wisata yang punya potensi. Faktor-faktor ini yang menjadi pertimbangan kita kuat untuk membangun jembatan Babin,” tegasnya.

Masih kata Gubernur, total investasi yang siap dikucurkan investor sebesar Rp 7,1 triliun. Kepri meminta dukungan aturan pemerintah untuk merealisasikan proyek ini melalui skema joint venture bersama investor swasta dan local partner. Adapun insentif bagi investor adalah Tanjungsauh.

Disebutkan Gubernur, untuk Pelabuhan Tanjungsauh, bakal masuk nilai investasi sebesar Rp 20 triliun. Kawasan ini nantinya menjadi sebagai pelabuhan peti kemas modern, containernya dan Kawasan Industri Terpadu pengolahan dan penyimpanan gas serta sebagai logistic hub dan port gate way di wilayah Indonesia bagian barat dan dapat memangkas dwelling time.

“Target kapasitas 5 juta TEUs per tahun. Kepri harus menjadi kekuatan baru Indonesia dibagian utara,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Anggota Komisi II yang membidangi Ekonomi, Keuangan DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah mengatakan, sinyal positif yang sangat bagus ketika Presiden mengundang Gubernur untuk memaparkan rencana pembangunan Jembatan Babin itu.

“Kepri wajar mendapat perhatian dari Presiden mengingat kondisi ekonomi Kepri yang melemah tiga tahun terakhir dan paling parah tahun 2017 lalu,” ujar Iskandarsyah.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menegaskan, jika pemerintah pusat membangun seluruh daerah di Indonesia, maka Kepri juga harus mendapat bagian dan ada Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sangat prestisius dibangun di Provinsi Kepulauan ini.

Menurutnya, tahun 2018 ini, Pemerintah Pusat menggelontorkan sekitar Rp 100 triliun untuk pembangunan infrastruktur di Sumatera. Kepri yang merupakan bagian dari Sumatera, belum kebagian proyek prestisius dari anggaran itu. Ia sadar, selama ini Gubernur sudah berkoar-koar ke Pemerintah Pusat dan diberbagai kesempatan sudah meminta pembangunan Jembatan Babin dalam beberapa kali acara yang dihadiri pejabat nasional.

“Memang sudah saatnya Kepri untuk bangkit. Kepri bisa menjadi kekuatan baru yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” paparnya.

Seperti diketahui, China Communication Construction Group (CCCG) adalah perusahaan kontruksi asal Cina yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Suramadu. Perusahaan itu juga yang disebut-disebut bakal menggarap pembangunan Jembatan Babin, Kepri.(jpg)