Jumat, 8 Mei 2026

BP Batam segera Realisasikan Pembangunan Rusun

Berita Terkait

Bida Rusun milik BP Batam di Sekupang.| Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id  – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan merealisasikan pembangunan rumah susun (rusun) sesegera mungkin. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi penduduk Batam yang terus bertambah.

“Rusun harus dikembangkan terus karena masyarakat yang membutuhkannya masih banyak,” kata Deputi IV BP Batam, Mayjen Eko Budi.

Bertambahnya jumlah masyarakat adalah karena BP Batam saat ini hanya fokus mengalokasikan lahannya untuk sektor industri.”Kawasan industri terus berkembang, makanya jalan keluar terbaik adalah dengan membangun rusun,” ucapnya.

Selain membangun ruli, BP Batam juga berencana untuk mengubah Rusun sewa (rusunawa) Badan Pengusahaan (BP) Batam menjadi rusun milik (rusunami). “Kalau yang ini masih proses,” tambahnya lagi.

Wacana ini digulirkan menyusul penyetopan alokasi lahan untuk rumah tapak. Nanti konsep kepemilikannya tidak akan menganut konsep cicilan melainkan konsep tabungan. Tujuannya adalah agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa membelinya.

“Ini merupakan hasil diskusi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Konsep ini untuk mengakomodir kemampuan MBR untuk memiliki rumah,” kata Kepala Seksi Pemantauan dan Evaluasi BP Batam, Soetarno Dwi Karaya.

Soetarno menjelaskan bahwa saat ini BP Batam mengelola 26 rusun twin block di Batam dan semuanya adalah rusunawa. Namun kedepannya, masyarakat didorong agar bisa pindah ke rusunami sebagai pemiliknya yang sah. “Bunga bank akan rendah. Kemudian dapat subsidi Rp 5 juta dari pemerintah. Dan tidak pakai cicilan bulanan,” jelasnya.

Lalu bagaimana cara melunasi sisa angsuran. Soetarno menyebut konsep tabungan. Tiap hari, masyarakat akan membayar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu yang dianggap sebagai tabungan.”Kalau dengan konsep begini, maka MBR atau sektor informal menyanggupinya. Karena kalau mengumpulkan duitnya hingga sebulan, bisa habis untuk yang lain nanti,” ungkapnya.

Pembangunan hunian vertikal memang menjadi tujuan akhir dari pengembangan properti di Batam. Lahan yang semakin sempit menjadi pemicunya. Saat ini banyak masyarakat Batam belum memiliki rumah.

Soetarno memaparkan ini merupakan kesempatan bagi kalangan MBR yang rata-rata adalah pekerja industri untuk memiliki rumah. Apalagi kedepannya, pekerja tunggal pasti akan jadi keluarga. Sehingga praktek sewa menyewa rusun sudah tidak cocok lagi ditetapkan untuk keluarga.(leo)

Update