Jumat, 8 Mei 2026

Maaf Atas Ketidaknyamanan Ini

Berita Terkait

Antrian kendaraan berjalan merayap saat melintas dijalan Pelita, Jumat (2/3). Antrian diakibatkan adanya pelebaran diruas jalan tersebut. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Proyek pengerjaan jalan Sriwijaya di Kawasan Pelita menganggu arus lalu lintas. Apalagi aktifitas pengerjaan jalan dilakukan pada jam sibuk yang membuat jalanan macet.

Seperti Jumat (1/3) siang, puluhan kendaraan harus terlibat antre agar bisa melewati jalur yang tengah diperbaiki. Hal itu dikarenakan adanya truk pengakut tanah dan alat ekskavator yang tengah menurunkan tanah di pinggir jalan. Sehingga jalur yang sebelumnya bisa dilewati dua jalur kendaraan (mobil, red), hanya bisa satu kendaraan. Bahkan, pengendara harus merasakan debu akibat tanah yang diturunkan dari truk.

“Pengerjaan kalau tak salah hampir dua minggu, sebelumnya sudah macet, sekarang tambah macet sejak dikerjakan lagi. Apalagi kami bawa mobil,” terang Efendy warga Batamcenter.

Menurutnya, kontraktor juga tak memberi batas jalan antara pengerjaan proyek dan jalan yang dilalui pengendara. Truk yang menurunkan tanah berhenti dipinggir jalan dan menganggu arus lalu lintas.

“Truk tanah tiba-tiba berhenti dan pengendara diminta berhenti. Itu yang membuat macet jalanan, karena jalan hanya bisa dilewati satu kendaraan, dan jalur yang lain harus antre hingga tanah selesai diturunkan,” ujar Efendy.

Hal senada juga dikatakan Moza. Ia harus dihadang debu setiap melewati jalur tersebut. Tak hanya berdebu, jalanan juga kerap macet apalagi di jam sibuk.

“Kalau sudah jam 12 keatas, jangan harap bisa mulus lewat sana. Pasti macet,” imbuhnya.

Harusnya, lanjut Moza, kontraktor proyek atau instansi terkait memberikan jalan alternatif untuk pengendara agar tidak terjebak macet. Apalagi saat penurunan tanah kering yang berakibat debu semakin tebal.

“Saya paham adanya perbaikan jalan, namun kalau kondisinya seperti ini pasti sangat menganggu. Pelebaran jalan ini juga entah kapan selesainya, perasaan sudah lama, tapi tak selesai-selasai,” pungkas wanita berusia 30 tahun ini. (she)

Update