batampos.co.id – Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata melihat peluang untuk membangun waduk dapat dilakukan lewat pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh.
Ia memaparkan di dekat Tanjungsauh ada sejumlah pulau yang bisa dimanfaatkan untuk dibangun sebagai dermaga. Faktor pertama yang penting adalah dermaga di Pelabuhan Tanjungsauh. “Kan di sana ada satu pulau, dan jika nanti dikoneksikan dengan dermaga di pulau lainnya, maka bisa menghubungkan antara beberapa pulau,” katanya belum lama ini.
Dari hubungan antara dermaga pulau yang satu dengan pulau lainnya bisa dipetakan jalur-jalur yang tepat untuk membendung air laut untuk dijadikan waduk di tengah laut.
“Nanti dari beberapa pulau bisa dijebak airnya, sehingga kita bisa punya waduk di laut. Hanya satu bekerja bisa banyak aktivitas yang dilakukan,” katanya.
“Kalau dikoneksikan antar pulau, bisa jadi dermaga. Cara ini juga bisa mendatangkan keuntungan ganda. Satu untuk dermaga. Satu lagi konektivitas antar pulau ini akan membentuk sebuah waduk baru di tengah gugusan. Bendungan ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Batam atau Bintan,” kata Angga.
Sementara itu untuk kondisi terkini di Tanjungsauh, Angga mengatakan saat ini sudah ada Pelabuhan Kabil, tak jauh dari lokasinya. Lebih lanjut Angga mengatakan, dari hasil kajian, Tanjungsauh memiliki kedalaman laut mencapai 20 meter. Dengan kedalaman itu kapal-kapal bermuatan besar juga dimungkinkan sandar di sana.
“Dengan posisinya yang strategis ini, saran kami sebaiknya Pelabuhan Tanjungsauh segera dibangun. Bersamaan dengan itu disiapkan Jembatan Batam Bintan. Tapi Jembatan Batam Bintan ini bisa dibangun lebih dulu,” ujarnya. (leo)
