Senin, 6 April 2026

Hutan Lindung Sei Pulai Terancam Habis Dibabat

Berita Terkait

Warga yang prihatin menunjukkan kondisi hutan lindung Sei Pulai yang habis dibabat dan berimbas menyusutnya waduk Sei Pulai, kemarin. F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Hutan lindung Sei Pulai di Kilometer 18 Kijang, Kabupaten Bintan terancam habis dibabat sekelompok orang tidak bertanggungjawab. Akibat pembabatan itu membuat debit air waduk Sei Pulau sebagai sumber air baku PDAM Tirta Kepri yang produksi airnya disuplai ke pelanggan di Tanjungpinang menyusut.

Warga Kilometer 18 Kijang, Zakaria ketika ditemui di sekitaran kawasan hutan lindung Sei Pulai mengaku prihatin terhadap aksi pembabatan hutan lindung Sei Pulai. Pria yang lahir di sekitar waduk itu mengatakan, dulunya air waduk setinggi lehernya.

“Dulu tinggi air waduk segini, sekarang lihat saja, sudah berkurang jauh. Terlebih sekarang sudah masuk musim kemarau, beberapa hari saja tak hujan bisa jadi masyarakat Tanjungpinang akan kesusahan air bersih, sebab kami di sini saja sudah mulai kekeringan air,” kata dia.

Ia mengaku, memang ditemukan rumah penduduk yang berada di sekitar waduk atau dalam kawasan hutan lindung. Seharusnya, rumah penduduk tidak berada di dalam kawasan hutan lindung.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Gunung Kijang Abas mengaku, ada pihak yang mengarap lahan di kawasan itu. Lahan itu gencar digarap oleh anggota kelompok yang berjumlah sekitar 75 orang sejak tahun 2014. Namun, saat itu mereka ditegur keras oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Bintan.

“Saat itu hanya beberapa orang yang menyatakan melalui surat keluar dari lahan itu dan kegiatan pembabatan hutan meredam,” kata dia.

Untuk saat ini pembabatan hutan lindung Sei Pulau makin marak. Ia mengatakan, kewenangan kehutanan sudah beralih ke provinsi. Namun demikian, dirinya sebenarnya sudah melaporkan ke pihak pemerintahan. “Sudah saya sampaikan semua masalah di sana namun belum ada tindaklanjutnya,” kata dia. (met)

Update