
batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, kemarin (4/3) meresmikan Yamet Child Development Center cabang Tanjungbalai Karimun. Kehadiran pusat pengembangan anak khususnya untuk anak berkebutuhan khusus, sangat membantu masyarakat Karimun yang memiliki anak kebutuhan khusus nantinya.
”Saya sangat berterimakasih kepada bapak Jholpy yang telah menghadirkan Yamet Child Development Center di Karimun. Dan saya sarankan juga kepada Disdik dan SLB di Karimun agar bisa berkolaborasi nantinya,” kata Rafiq.
Yang menjadi kebanggaan lagi kata Rafiq, tenaga pengajarnya diambil dari anak-anak Karimun yang sebelumnya sudah ditraining terdahulu. Sehingga, bisa memberdayakan putra putri Karimun untuk berkarir dan mendidik anak yang berkebutuhan khsusu.
” Anak saya lulusan UI jurusan psikologi yang sekarang lagi ambil S2, kalau sudah tamat. Bisa bergabung disini ya pak Jholpy,” ungkapnya.
Sementara itu Direktur Yamet Indonesia Tri Gunadi, menceritakan asal usul pendirian Yamet Child Development Center bermula dari anaknya yang mengalami gangguan autis sekitar 17 tahun lalu. Saat ini, sudah hadir di 33 Provinsi Yamet Child Development Center di Indonesia. Serta, direncanakan akan eskpansi keluar negeri di empat negara di Asia yaitu Singapura, Vietnam, Kamboja dan Mongolia.
“Kita, memiliki enam divisi pelayanan namun untuk di Karimun kami buka dua divisi dulu yakni terapi dan school. Dengan fasilitas yang cukup lengkap,” ujar Tri Gunadi yang disambut tepuk tangan meriah para tamu undangan.
Sedangkan Cabang Yamet Tanjungbalai Karimun Jholpy mengungkapkan, berawal dari anaknya yang mengalami gangguan autis.Dimana, rencananya akan akan melakukan terapi diluar daerah Karimun. Namun, setelah melakukan konsultasi dengan pendiri Yamet. Maka dirinya, membuka cabang Yamet di Karimun.
”Saya pikir kenapa tidak kita buka sendiri di Karimun. Dan ini bisa membantu saudara-saudara kita yang mempunyai anak berkebutuhan khsusus,” kisahnya.
Dimana, fasilitas yang disediakan diantaranya sensori integrasi, okupasi terapi, terapi wicara, terapi perilaku ABA verbal behavior, fisioterapi, snoezolen, brain gym dan sebagainya. Selain itu diberikan penginapan bagi orangtua dari luar pulau Karimun, serta yang lebih penting adalah saat proses terapi orangtua bisa mendapatkan vidionya.
”Kalau orangtua tidak bisa mendampingi di sini, kita sediakan aplikasi internet via smartphone, jadi orangtua bisa pantau dari rumah. Biayanya kita sesuaikan dengan kondisi perekonomian Karimun, kita tidak bisa samakan dengan yang di Jakarta,” terangnya.(tri)
