batampos.co.id – Tanjungpinang masih membutuhkan 600 Aparatur Sipil Negara (ASN) agar pelayanan pemerintahan ke depannya semakin prima. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan bahkan menegaskan, kebutuhan ini sudah terbilang mendesak.
Karena itu sudah disuarakan kepada Kementerian Pan-RB sejak akhir 2017 lalu. Mengingat beberapa bagian dibutuhkan secara cepat di 2018 ini. Seperti tenaga pendidikan dan juga tenaga kesehatan yang menjadi kuota besar di balik kebutuhan pegawai.
“Kami belum bisa memutuskan kapan akan membuka lowongan untuk mengisi kekosongan itu karena memang belum ada jawaban dari mereka (Menpan-RB, red),” terang Dahlan, Senin (5/3).
Dahlan mengaku, kabar mengenai berapa jumlah PNS yang bakal bisa diterima Pemko Tanjungpinang pun belum diketahui. Termasuk pula bagian-bagian apa yang dapat diterima Pemko pada tahun ini.
Sementara berada pada ketidakpastian penerimaan PNS yang dibutuhkan, Dahlan menuturkan, beberapa pegawai terpaksa sampai ada yang harus menjalankan dua tugas sekaligus. “Sistem seperti apa, itu bergantung kebijakan unitnya. Yang pasti bagaimana caranya agar kendala kekurangan tenaga ini dapat diatasi. Sehingga pelayanan tetap berjalan,” papar Dahlan lagi.
Kondisi seperti ini, menurutnya, tidak dapat diprediksi hingga kapan akan berlangsung. Semula, ia sempat memperkirakan Maret ini proses penerimaan telah bisa berjalan. Nyatanya, kabar belum diterima awal Maret ini.
“Saya pikir tidak Maret inilah. Mungkin Pusat juga masih membahas keuangan negara untuk penerimaan PNS lagi,” pungkas Dahlan. (aya)
