
batampos.co.id – Pemkab Bintan bersama PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) melakukan rapat persiapan parhelatan Tour de Bintan (TDB) 2018. Acara ini dijadwalkan 23 hingga 25 Maret di Simpang Lagoi, Bintan. Rapat dipimpin Bupati Bintan, Apri Sujadi di Kantor Bupati Bintan, Senin (6/3).
“Event ini sudah menjadi agenda rutin, karena itu saya mengharapkan semua pihak terlibat,” kata Apri. Kepada jajaran Dinas Kesehatan, ia meminta tidak ada puskesmas yang libur atau tutup selama TDB berlangsung, bahkan mobil ambulan harus diperbantukan selama event dilaksanakan.
Untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Permukiman Kabupaten Bintan, lanjutnya harus memperhatikan badan jalan yang berlubang dan jalan yang dipenuhi tumpukan sampah. “Jangan sampai jalan yang dilalui peserta ada pasir, sampah, dan sebagiannya,” pintanya.
Dinas Perhubungan sambungnya, harus memasang marka jalan yang akan ditutup dan rute yang dilalui peserta Tour de Bintan. Kemudian kepada jajaran Kominfo Bintan harus jauh jauh hari mensosialisasikan akses jalan yang ditutup baik melalui radio maupun media. “Saya minta sebelum tanggal 20 Maret sudah ok. Saya bersama Pak Wabup akan turun mengecek langsung,” jelasnya.
Bupati juga meminta camat yang wilayahnya dilalui lintasan balap sepeda, harus meningkatkan partisipan masyarakat. Karena event ini merupakan event international, maka harus berdampak kepada kegiatan ekonomi. “Saya minta kecamatan yang dilalui peserta balap sepeda menetapkan beberapa titik keramaian, sehingga pusat keramaian dipusatkan,” katanya.
Dalam rapat itu, Apri juga mengusulkan ke depan pembukaan Tour de Bintan dilaksanakan di lokasi baru. Tidak terus menerus di Simpang Lagoi. “Mungkin ke depan pembukaannya bisa di Tanjunguban atau Kijang,” harapnya.
Kepala Dinas Priwisata Bintan, Luki Zaiman Prawira mengatakan TDB memasuki tahun kedua dalam pelaksanaan kalender Union Cycliste International (UCI) atau kalender
balap sepeda international. Dalam kategori grand fondo, TDB merupakan event balap sepeda di Indonesia yang satu-satunya ada di Kabupaten Bintan. “Kita sangat berbahagia dan senang akan itu,” katanya.
Luki menjelaskan, perbedaan Tour de Bintan dari tahun sebelumnya yakni lokasi. Di mana pada hari pertama peserta akan melintasi sampai dengan Kecamatan Bintan Timur,
khususnya Kota Kijang lalu kembali ke Simpang Lagoi.
Selanjutnya hari kedua, dari Simpang Lagoi, Sakera, Tanjunguban, dan Gunung Bintan. “Untuk lokasi pelaksanaan kedepannya bisa dialihkan ke tempat lain. Bisa di Bintan Utara atau Bintan Timur,” katanya.
Tujuannya lanjut Luki, agar peserta bisa menikmati suasana pemandangan dan objek-objek wisata baru yang ada di Kabupaten Bintan. Peserta masih didominasi dari Singapura, Australia, dan Inggris Untuk peserta lanjut Luki, sampai saat ini sudah lebih dari 1.100 peserta yang mendaftar. “Namun data pastinya, dalam waktu dekat kami dapatkan menjelang tutupnya registrasi di web resmi tour de bintan,” sebutnya. (met)
