
batampos.co.id – Anggota DPD RI, Haripinto mengatakan kenaikan pajak daerah khusus untuk tempat hiburan hanya akan mematikan pengusaha. Selain karena kondisi ekonomi yang masih kurang bagus, kunjungan ke tempat hiburan juga saat ini berkurang.
“Policy (kebijakan) pemerintah seharusnya bukan hanya melihat hanya dari sisi penerimaan pajak. Tetapi juga dampaknya terhadap perekonomian secara menyeluruh,” katanya.
Menurutnya, saat ini ada berbagai masalah yang sedang dihadapi pemerintah. Yakni menciptakan lapangan kerja di Batam. Bukan malah menciptakan pengangguran. “Misalnya dengan tutupnya pasifik, berapa banyak yang menganggur. Itu baru satu saja,” katanya.
Dengan pajak yang mahal, tetapi pendapatan berkurang, pengusaha mau tidak mau harus melakukan efisiensi. Bisa saja pengurangan jam atau kerja karyawan yang tentunya membuat perekonomian semakin buruk. “Sebaliknya lapangan kerja harus diciptakan sebanyak-banyaknya,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah harus bisa mengambil sikap untuk menunda kenaikan ini. “Mudah-mudahan sudah ada kajian mendalam dampak dari kenaikan pajak ini,” katanya.
Sementara itu, anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M Sihaloho mengatakan saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk kenaikan pajak. Meski diakui dia, bahwa masalah pajak ini memang tetap dibahas di DPRD.
“Benar dibahas di dewan tetapi kita harus lihat dulu situasi dong. Ini sangat memberatkan. Kalau ekonomi sudah membaik, baru diterapkan,” katanya.
Menurutnya, pemerintah juga harus berperan aktif untuk mengumpulkan semua pihak terkait. Duduk bersama membicarakan masalah pajak daerah ini. Ia mencontohkan, gelanggang permainan yang selama ini beroperasi di Batam tetapi akhirnya ditutup oleh pihak kepolisian.
“Jadi harus dibenarkan dulu sikap kita seperti apa. Jangan hanya berpikir uang masuk, tetapi imbasnya juga harus dipikirkan. Termasuk kepastian dalam berusaha,” katanya.
Ketua asosiasi jasa hiburan (Ajahib) Kota Batam Gembira Ginting mengatakan saat ini tempat hiburan di Batam sudah sepi. Bahkan saat ini untuk membiayai operasional sudah berat. Sangfat memungkinkan jika ada beberapa tempat hiburan yang akan tutup.
“Jujur saja dengan kondisi yang ada sekarang ini. Dan dengan pajak yang sebelum kenaikan pun sudah berat. Banyak yang sudah terancam tutup,”katanya.
Menurutnya, pemerintah harus bisa menunda kebijakan ini. “Saya berterimakasih kepada pak Gubernur yang mengatakan penundaan pajak itu. Kita akui bahwa sekarang memang sudah berat,” katanya. (ian)
