
batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam tengah mempersiapkan proposal desain Pasar Induk Jodoh, Batuampar. Kepala Disperindag Batam Zarefriadi memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan pasar ini sebesar Rp 150 miliar.
“Sampai selesai, kami gambarkan butuh sekitar Rp 150 miliar,” kata Zarefriadi di Gedung Bersama Pemko Batam, Rabu (7/3).
Dalam draft desain di proposal tersebut pasar ini tergambar dalam lima lantai dengan lantai paling atas difungsikan untuk pusat kuliner terbuka.
“Viewnya langsung kelihatan Singapura dan daerah seputar Jodoh Nagoya,” ucapnya.
Ia menyampaikan, pembangunan pusat niaga yang akan menampung Pedagang Kaki Lima se Batam ini tak sekedar lokasi belanja namun akan jadi destinasi baru. “Pada malam-malam tertentu seperti tahun baru, pasti sangat ramai,” imbuhnya.
Ia menyampaikan pembangunan kelak akan dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya, sementara Disperindag seperti dalam lingkup penyiapan desain dan lain hal sebelum dibangun. “Jangan kira hanya Disperindag, pembangunannya terintegrasi beberapa dinas,” terangnya.
Ia menegaskan progres persiapan masih sebats proposal, artinya desain belum dilakukan karena anggaran. Anggaran pun belum dikucurkan karena peralihan aset belum resmi dilakukan antara BP Batam dan Pemko Batam walau kesepakatan di antara kedua sudah ada.
“Makanya perkiraan peralihan rampung di pertengahan tahun ini kan,” kata dia.
Ia mengungkapkan, jumalh tingkat pasar tersebut masih terus akan dikembangkan. Dan dilakukan berdasarkan kemampuan anggaran. Menurutnya harapan Wali Kota Batam Muhammad Rudi jika dimungkinkan 7 tingkat.
“Pak Wali memang pandangan jauh ke depan, ini memang rencana kami. Idealnya paling minimal sebenarnya 10 lantai,” pungkasnya. (adi)
