batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, membutuhkan 562 orang guru pada 2018 ini. Kepala Disdik Tanjungpinang, HZ Dadang AG menuturkan jumlah ini mencakup kebutuhan sejak 2017 hingga 2018 saja.
Sementara penambahan jumlah guru yang dibutuhkan akan menyusul di 2019 mendatang. Dadang juga menjelaskan jumlah guru tersebut, meliputi kebutuhan guru di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolaj Menengah Pertama (SMP) di Tanjungpinang. Ada pun mayoritas kebutuhan berada di tingkat SD.
“Kami sudah tiga kali mengajukan permintaan guru ini ke pusat,” tutur Dadang saat dihubungi, Rabu (7/3) kemarin. Namun permintaan yang telah dilayangkan sejak 2017 lalu, tidak kunjung bersambut. Dadang menyadari, pemenuhan kebutuhan guru tidak akan sesuai dengan jumlah yang telah diajukan. “Kemungkinan lebih sedikit dari yang kami minta. Namun yang jelas, kami belum terima kepastian,” jelas Dadang lagi.
Menurutnya, kabar mengenai pengangkatan maupun arahan untuk pembukaan lowongan, belum diterimanya bahkan sampai dengan 2018 ini.
Sebagai salah satu upaya, Dadang yang juga merupakan Ketua PGRI Provinsi Kepri, menyuarakan hal ini ke Pemerintah Provinsi.
Mengikuti perubahan peraturan yang ada, diakui Dadang, Provinsi Kepri hanya memegang kewenangan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) semata. “Tapi tentunya tidak menutup kemungkinan, kalau ternyata provinsi dapat membantu. Karena tentunya, kami membutuhkan jasa pendidik secepatnya,” ujar dia.
Sementara kebutuhan guru di Tanjungpinang yang mencapai ratusan guru ini, tidak lain karena berakhirnya masa kerja para guru. “Rata-rata yang diangkat pas instruksi Presiden dulu itu, sudah pada mau pensiun. Ada yang sudah di 2017 lalu, dan menyusul di 2018 ini. Makanya kami juga koordinasi terus dengan DPRD Provinsi agar dapat segera terpenuhi meski bertahap,” kata Dadang. (aya)
