batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2017 yang lalu telah mengusulkan 13 tower agar dibangun oleh pemerintah pusat. 13 titik pada tersebut sempat di survei oleh perusahaan telekomunikasi pemenang tender yakni PT. Mitratel.
Namun setelah menjalani proses verifikasi dari perusahaan Mitratel, ternyata hanya 7 titik saja yang diakomodir yakni Desa Rewak, desa Belibak kecamatan Palmatak, desa Mengkait Kecamatan Siantan Selatan, desa Air Putih, Batu Belah, Munjan dan Desa Serat kecamatan Siantan Timur. Sementara itu enam titik lainnya tidak jadi dibangun.
“Setelah disurvey ternyata yang diakomodir oleh Kementerian hanya tujuh saja,” ungkap kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas Jefrizal kepada wartawan Rabu (7/3).
Diakuinya jika dari tujuh yang dibangun tersebut sampai saat ini belum semua beroperasi. Namun baru ada dua titik saja yang dinyatakan sudah aktif dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Sementara itu lima lainnya belum aktif.
“Yang aktif baru dua titik yakni tower didesa Batu Belah dan Desa Munjan kecamatan Siantan Timur, yang lain memang belum tapi masih dalam proses pengerjaan,” ungkapnya lagi.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penyelenggaraan E Government Dinas Komunikasi Informatoka dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas M. Ari Sofian mengatakan, anak perusahaan telkomsel yakni PT. Mitratel telah memenangkan tender program dari pemerintah pusat yakni program Kewajiban Pelayanan Universal Services Obligation (KP USO). “PT. Mitratel akan membangun 13 tower lagi di Anambas,” ungkapnya saat itu.(sya)
