Senin, 9 Februari 2026

Kawasan Wisata Tanjungriau Fisherism Dilengkapi Museum Pembangunan Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Museum pembangunan Batam (Seaside Batam Story) akan melengkapi pengembangan Kawasan Wisata Tanjungriau Fisherism. Keunikan museum ini nanti mengedepankan cerita awal tentang pembangunan Batam sebagai sarana edukasi bagi para pengunjung.

“Rencana pembangunan museum di Fisherism terinspirasi dari keberhasilan Museum Ullen Sentallu di Yogyakarta. Karena bisa menjadi museum nomor satu pilihan situs trip advisor,” kata Direktur Pemanfaatan Asset BP Batam, Dendi Gustinandar di BP Batam, Kamis (8/3).

Keunikan museum ini nanti ada di ceritanya. Misalnya, kebanyakan masyarakat belum mengetahui kisah pembangunan Jembatan Barelang.”Masyarakat pasti tidak tahu kalau tiap malam, para penjaga yang tinggal di mess lapangan kerap didatangi wanita-wanita cantik berpakaian putri raja dalam mimpinya,” jelasnya.

Dan herannya hampir semua penjaga mengalami mimpi yang sama.

“Wanita-wanita tersebut berusaha menggoda para penjaga. Dan yang tergoda, tidak lama kemudian kena sakit malaria. Dan masih ada cerita unik lainnya seputar pembangunan Batam,” jelasnya.

Disamping pembangunan museum, Badan Pengusahaan (BP) Batam juga mempromosikan Tanjungriau Fisherism ini kepada masyarakat sekitar. Selain sebagai sarana promosi, BP Batam juga ingin mengajak peran serta masyarakat sekitar dalam kegiatan wisata di lokasi tersebut. Sosialisasi pertama dilakukan kepada masyarakat Kampung Bukit di Tanjungriau Sekupang.

Kasubdit Pemanfaatan Sarana BP Batam, Irfan Widyasa mengataakan partisipasi masyarakat sangat penting karena dimulai dari mereka, maka kawasan wisata baru ini dapat berkembang untuk memenuhi tuntutan ekonomi masyarakat sekitarnya.

“Pilihannya ada di edukasi kuliner dan edukasi kerajinan tangan. Untuk instrukturnya dari BP Batam bekerjasama dengan UMKM Batam,” jelasnya.

Setelah melewati proses bimbingan, maka masyarakat diharapkan dapat membuat produk yang memenuhi standar untuk produksi kuliner dan souvenir sebagai oleh-oleh.

“Kemudian market place nanti bisa dititip untuk dijual di agrosouvenir yang ada di kawasan wisata Tanjungriau Fisherism. Produk itu nantinya dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata Batam,” ujarnya.

Tanjungriau Fisherism ini diyakini dapat menjadi senjata andalan baru BP Batam dalam meraih target pertumbuhan ekonomi tujuh persen dalam dua tahun.

“Saat ini memang belum dibuka, baru soft launching akhir Maret ini. Untuk awal nanti fokus ke anak-anak sekolah dengan reservasi terlebih dahulu. Nanti kalau sudah grand opening dan lengkap fasilitasnya baru akan diperluas untuk segmen masyarakat umum,” pungkasnya. (leo)

Update