Minggu, 5 April 2026

Tiga Kontainer Isi Barang Selundupan Selesai Dibongkar

Berita Terkait

batampos.co.id – Pembongkaran 3 kontainer dari 5 kontainer usai diamankan pihak kepolisian di Pelabuhan Pelindo Kijang, dilanjutkan, Jumat (9/3) kemarin. Sebelumnya Kamis (8/3), dua kontainer berhasil dibongkar. Isinya antara lain ribuan botol minuman beralkohol, mainan anak anak, pakaian asal Taiwan.

Pantauan di lapangan, pembongkaran kontainer ketiga dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Pembongkaran kontainer keempat dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB dan pembongkaran kontainer terakhir atau kelima dimulai sekitar pukul 18.00 WIB. Buruh angkut dari pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, terlihat masih diperbantukan untuk membongkar muatan kontainer.

Pembongkaran kali ini disaksikan Wakapolres Bintan Kompol Dandung PW dan Kabag Ops Polres Bintan Kompol Hari Yayono, Kapolsek Bintan Timur AKP Abdul Rahman serta perwira di jajaran Polres Bintan. Turut hadir Kadis Perindag, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bintan Dian Nusa dan penyidik PPNS Disperindag Kabupaten Bintan Setia Kurniawan.

Usai dibongkar, petugas kepolisian langsung mendata muatan ratusan kilo yang disusun di bawah tenda. Isinya dari beberapa kontainer usai dibongkar terdiri barang dari produk SNI dan Nonsni seperti pakaian anak anak dan dewasa dan mainan anak anak, kosmetik, obat obatan, mesin dan alat alat elekrik, bahkan ada seks toys.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang ditemui usai salat Jumat di salah satu masjid di jalan lama Lintas Tengah, tepat di Kampung Lome memprediksi, pembongkaran akan selesai dalam waktu dua hari. Dua kontainer telah dibongkar pada Kamis (8/3) dan tiga kontainer akan selesai dibongkar Jumat (9/3).

Sejalan pembongkaran, pihak kepolisian langsung mendata item barang yang berada di masing masing kontainer. “Jumlah Mikol yang sudah ditemukan sekitar 10.956 botol dari 13 merek, kemungkinan akan bertambah tapi jelasnya nanti setelah semua selesai didata, karena saat ini kita masih mendata. Semalam juga anggota melaporkan menemukan seks toys,” kata dia.

Selain hal itu, ia menyampaikan, menurut rencana Senin mendatang pihak Ditreskrimum Polda Kepri akan ke Polres Bintan. Tujuannya untuk memeriksa beberapa muatan yang diamankan dari lima kontainer. “Senin nanti mereka turun ke polres. Rencananya eksposnya nanti langsung Pak Kapolda,” kata dia.

Disinggung berapa banyak saksi yang sudah diperiksa, ia mempersilakan langsung ke penyidik. “Itu ke kasat saja,” kata dia.

Wakapolres Bintan Kompol Dandung ketika akan ditanya soal jumlah muatan, enggan komentar. “Jangan tanya ke saya,” seloroh dia meninggalkan awak media.
Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan juga memilih diam saat ditanya berapa saksi yang sudah diperiksa.. “No comment,” kata dia.

Namun demikian pantauan Batam Pos, beberapa saksi telah dimintai keterangan. Sehari sebelumnya, pegawai Pelni Cabang Tanjungpinang Ganda yang bertugas sebagai koordinator lapangan di Pelabuhan Pelindo Kijang bersama wanita cantik disebut sebagai perantara atau pengurus barang berinisial Li telah memberikan keterangan.

Selain keduanya, ada dua lagi lelaki ikut dimintai keterangan terkait kasus penyelundupan barang barang ilegal tersebut. Bahkan Jumat kemarin, Suganda masih terlihat mondar mandir di Reskrim Polres Bintan. Sebelumnya, lima kontainer diamankan Reskrim Polsek Bintan Timur di Pelabuhan Pelindo, Kijang, Sabtu (3/3) siang.

Lima kontainer itu seyogyanya akan dimuat ke kapal KM Doloronda tujuan Tanjungperiok, Kijang. Namun sebelum dibuat, pihak kepolisian menahan lima kontainer itu dan meminta pengelola pelabuhan PT Pelindo Tanjungpinang di Kijang menunda pemuatan lima kontainer ke atas kapal.

Kepala Perwakilan Pelindo di Kijang, Khoiruddin Lubis mengatakan, saat itu pihaknya menghubungi pihak Pelni, sebab kontainer itu pemiliknya Pelni. Sementara pihak Pelni, Putra mengatakan, pihaknya tidak tahu pemilik barang tersebut, meski diakui kontainer milik Pelni dipesan untuk mengangkut barang.

“Kita sudah minta isi formulirnya namun saya belum menerimanya. Syukurlah tidak sampai dimuat ke atas kapal, karena akan bermasalah untuk Pelni,” kata dia saat itu.
Usai diamankan dan disegel, Rabu (7/3) lima kontainer dipindahkan dari pelabuhan ke Mapolres Bintan. Pantauan terakhir, hingga sekitar pukul 18.47, pihak kepolisian selesai mendata barang yang dimuat dari kontainer kelima. (met)

Update