Senin, 6 April 2026

Jalan Sempit, Kendaraan Bertambah

Berita Terkait

Suasana lalulintas di jalan DI Panjahitan Km 7 Tanjungpinang. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Tanjungpinang yang jadi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau kini mulai dilanda kemacetan. Terutama di jam-jam sibuk pada pagi hari dan sore hari.

Kondisi ini diduga karena pertumbuhan penduduk yang terus bertambah dan diikuti dengan bertambahnya jumlah kendaraan di jalan raya. Parahnya peningkatan jumlah kendaraan ini tidak dibarengi dengan peningkatan infrastruktur jalan.

Kemacetan utamanya terjadi pada titik persimpangan yang disertai lampu lalu lintas. Kemacetan bakal terjadi sampai beberapa meter ke belakang pada jam pergi dan pulang kerja. “Karena bercampur juga, yang berangkat kerja dan berangkat sekolahkan. Jadinya alternatif saya, anak di antar lebih pagilah,” tutur Is, salah satu warga yang kerap melintas di persimpangan Km 8 Atas.

Menurut warga Km 14 ini, jika mengantarkan anaknya menuju sekolah di Jalan Kuantan, ia harus keluar dari rumah sejak pukul 06.00 WIB. “Kalau telat 15 menit saja sudah ikut macet panjang di lampu merah simpang Batu 8 itu,” tuturnya.

Kemacetan juga terlihat di beberapa simpang lainnya. Seperti simpang lampu lalu lintas Pamedan. Sempitnya laluan jalan dikombinasikan dengan meningkatnya jumlah kendaraan di Tanjungpinang, serta tingginya mobilitas warga, diyakini menjadi faktor terjadinya kemacetan.

“Kami akan melakukan analisa atau uji lapangan dulu untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait ketidak nyamanan berlalulintas ini,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang Riono, belum lama ini.

Ia mengaku, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perhubungan tengah mengusahakan formula yang dapat mengembalikan kelancaran berlalu lintas. Ia juga memaparkan, akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan upaya terbaik dalam menciptakan kenyamanan saat berlalu lintas di Tanjungpinang. (aya)

Update