
batampos.co.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudi Sakyakirti mengatakan angka pencari kerja di Batam 75 persen merupakan warga luar Batam. Hal ini telihat dari penerbitan kartu pencari kerja (AK1) atau kartu kuning yang dikeluarkan Disnaker selama ini.
Ia menjelaskan lulusan dari SMK yang ada di Batam saat ini langsung terhubung dengan perusahan yang ada di Batam maupun luar negeri.
Kejuruan yang mereka pilih ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan mereka langsung diterima di perusahan yang sudah bekerjasam tersebut.
“Pas tamat itu sudah langsung direkrut, jadi langsung diserap oleh dunia industri,” sebutnya.
Sedangkan untuk lulusan SMA sendiri, Rudi mengungkapkan banyak dari mereka yang memilih melanjutkan pendidikannya ke luar daerah.
“Makanya angka pencaker lokal itu hanya 25 persen saja dari jumlah keseluruhan,” ujarnya.
Angka 25 persen itu tidak semuanya merupakan anak yang baru lulus. Kebanyakan dari mereka adalah yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan mereka.
“Bisa dibilang untuk lulusan SMA rendah angka pencari kerja di Batam ini,” imbuhnya.
Rudi menambahkan untuk lowongan pekerjaan saat ini masih berjalan seperti tahun sebelumnya. Namun demikian pembukaan yang rencananya dilakukan salah satu perusahan yang berlokasi di Batuampar.
“Ya mudah-mudahan bisa membantulah pencari kerja yang ada saat ini,” tutupnya.(yui)
