batampos.co.id – Polemik seleksi pemilihan Direksi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. Pelabuhan Kepri masih belum tuntas. Diakui Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bahwa nama calon Direktur Utama PT. Pelabuhan Kepri sudah dikantonginya.
“Sudah saya kantongi. Yang jelas posisi teratas tidak dijamin jadi pimpinan,” ujar Nurdin dihadapan beberapa media di Hotel CK, Tanjungpinang, Selasa (13/3).
Soal kriteria yang menjadi dasar penentuan nanti, Nurdin menegaskan, selisih poin diantara tiga nama terpilih tidak terpaut jauh. Menurut Gubernur, kewenangan untuk menetapkan unsur pimpinan menjadi kewenangan mutlak dirinya.
“Saya punya kewenangan untuk membuat pilihan dan keputusan,” tegas Gubernur.
Ditambahkannya, selain akan menuntaskan polemik BUP PT. Pelabuhan, ia juga meminta percepatan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan bagi pengisian jabatan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Pembangunan Kepri.
“Kita berharap semua perusahaan yang milik Pemerintah Daerah, menjadi tulang punggung bagi Pemda,” papar Gubernur Nurdin.
Kondisi Badan Usaha Pelabuhan (BUP), PT Pelabuhan Kepri (PK) sedang tidak sehat. Pasalnya, ada arogansi Direksi terpilih enggan untuk bekerjasama antara satu dengan yang lain. Dua direksi terpilih, Guntoro dan Rio Onasis merasa kecewa dengan sikap calon Direktur PT. Pelabuhan Kepri yang baru, Darmansyah.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Direktur BUP PT. Pelabuhan Kepri dimana Capt. Darmansyah meraih nilai tertinggi 15 point, sedangkan kandidat lainnya yakni Capt. Rio Onasis dan Windarso Dwi Guntoro meraih nilai 14 point.
Pengumuman kelulusan calon Dirut PT. Pelabuhan Kepri ini dikeluarkan 4 Januari 2018. Surat keputusan ditandatangani Sekretaris Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan, Syamsul Bahrum yang juga sebagai Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Kepri.(jpg)
