Kamis, 23 April 2026

Mengajak Anak Jaga Diri Lewat Dongeng

Berita Terkait

Berawal dari panggilan hati, ingin turut membangun karakter anak bangsa melalui cerita, Lilis Rowiana menerima tantangan menjadi pendongeng.

Pagi itu, Sunshine Moslem school di ruko perumahan Cendana tak seperti biasanya. Mereka kedatangan tamu sebuah boneka bernama Comel dan kak Lilis, si pendongeng dari Batam.

Seketika itu juga keriuhan berubah menjadi hening. Tatapan mata bocah-bocah berseragam merah hati itupun langsung tertuju pada boneka berambut pirang yang terlihat berbicara.

Kak Lilis, begitu Lilis Rowiana biasa disapa, terlihat sangat piawai memainkan peran sebagai pengisi suara boneka. Hingga yang terlihat seolah-olah si Comel adalah sosok yang hidup. Yang menjadi teman Lilis Rowiana selama mendongeng.

Dunia mendongeng bagi Lilis memang sesuatu yang baru.

” Karena dorongan cepet action. Saya beranikan diri dengan kemampuan yang ada. Selebihnya belajar dari beberapa senior,” kata Lilis

Semuanya bermula dari pelanggan di toko Bahan Kue Legenda miliknya. ” Pelanggannya itu terus mendesak agar Lilis mengisi cerita di acara ulang tahun anaknya dan juga customernya. Ia ingin acara ulangtahun itu tak sekedar datang, nyanyi-nyanyi, tiup lilin, makan, membagi snack, game lalu pulang. Tapi lebih dari itu ada nilai-nilai yang bisa ditanamkan untuk anak-anak terkait makna kehidupan.

Dan saat itu tahun 2011, Lilis yang baru saja melahirkan anak pertamanya harus berhenti dari semua aktivitas. Ia mesti fokus mengurus anak dan keluarga.

Karena terbiasa dengan beragam kegiatan, Lilis mengaku tidak bisa berlama-lama berdiam diri di rumah.

”Akhirnya, saya mulai mendongeng ke berbagai lembaga, sekolah, yayasan yatim piatu, rumah ke rumah, media partner, event-event perusahaan dan berlanjut hingga detik ini,” kenang istri dari Riko Susanto ini.

Sebuah misipun diselipkan Lilis setiap kali mendongeng.

”Saya merasa terpanggil untuk turut memelihara fitrah anak-anak belia bangsa ini, di Batam khususnya yang dari tahun ke tahun kasus pelecehan pada anak-anak mengalami peningkatan, ” ujar ibu dari Naya, Fey dan Zara.

Lilis yakin, dengan media dongeng ia dapat mengedukasi melalui cerita. Apalagi belum banyak orang menggeluti dunia ini. Budaya orangtua bercerita pada anaknya juga berkurang sejak anak-anak lebih menyukai kecanggihan gadget.

Ternyata, ada kebahagiaan menjalani kegiatan sebagai seorang pendongeng. Yaitu tatkala pesan kebaikan yang disampaikan diingat melekat oleh anak-anak kemudian mampu merubah karakter anak menjadi lebih baik.

”Yang tadinya nakal berubah menjadi anak yang baik, yang tadinya membangkang menjadi anak yang patuh. Semua butuh proses dan orang tua memiliki peran yang lebih banyak untuk lebih membudayakan bercerita dirumahnya,” harap Lilis.

Lilispun berupaya memberikan cerita tentang kisah teladan, atau yang mempunyai nilai-nilai kebaikan.

Memang ada kalanya dongeng yang dibawakan Lilis tak menarik bagi anak-anak. Namun Lilis tak pernah menyerah. Ia mengubah strategi dengan memberi hadiah jika mereka dapat menjawab pertanyaan seputar isi dongeng. Dan upayanya sukses. Begitulah Lilis berusaha agar dongeng bisa membawa kebaikan untuk anak-anak

Saat ini pun Lilis bersama komunitas Dongeng dan Komunitas TDA Perempuan sedang melakukan kampanye Tangkis Dongeng Anti Bulliying, Anti Kekerasan Seksual, Internet Sehat bersama Media Cetak Jawa Pos.

”Tujuan campaign ini untuk menekan kejahatan pelecehan Anak-anak di Batam. Saya bersama teman-teman berupaya memunculkan kesadaran anak-anak untuk pandai menjaga dirinya dan menggalakkan orang tua di Batam menumbuhkan budaya mendongeng di rumahnya,” kata Lilis.

Melalui kegiatan ini juga, Lilis berharap semakin banyak bermunculan kader-kader pendongeng yang mampu menjangkau banyak anak-anak di tanah melayu ini yang sekarang telah diperjuangkan bersama teman-teman komunitas pendongeng.

”Sebuah kebahagiaan bisa terus berbagi tanpa harus meninggalkan kewajiban seorang ibu. Semoga gerakan Mendongeng ini dapat mencapai tujuannya, selagi nyawa di kandung badan pantang diam tanpa mengambil peran dan tindakan,” harap Lilis. ***

Update