Jumat, 24 April 2026

TDA Perempuan Terpanggil Untuk Peduli

Berita Terkait

Sepanjang tahun 2017, Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kepri kian meningkat. Menurut komisioner Pengawasan dan Perlindungan anak Daerah (KPPAD) provinsi Kepri, Erry Syahrial kondisi ini sudah masuk kategori mengkuatirkan, sebab kekerasan seksual terhadap anak sudah mengarah pada anak usia 5-10 tahun. Pihaknya juga sudah menangani 23 kasus kekerasan terhadap anak. Diantaranya Korban kekerasan seksual pada anak perempuan 21 orang dan pada laki-laki 2 orang korban.

“Ditahun ini kasus kekerasan seksual Batamlah yang menduduki peringkat pertama sebanyak 12 kasus, sedangkan Tanjungpinang ada 8 kasus ,sementara Bintan 4 kasus kekerasan sepanjang tahun ini,”ujar Erry

Karena itulah, Ery menyebut 2017 tergolong tahun sangat rentan terhadap anak.
Maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual inilah menurutnya tidak bisa dibiarkan. Karena setiap waktu hampir selalu ada kasus-kasus terbaru yang muncul.

Ery sangat bersyukur, jika semua pihak ikut bergerak. Seperti yang dilakukan komunitas Tangan Diatas (TDA) Perempuan kota Batam ini.

” Pemerintah melalui KPPAD sangat mengapresiasi kinerja komunitas TDA Perempuan ini karena telah membantu melakukan aksi pencegahan,” katanya dalam talk show Tamu Kita digelar 104,3 Sheila FM Radio Batam beberapa waktu lalu.

TDA Perempuan Batam yang diketuai Lilis Rowiana juga hadir sebagai nara sumber pada kesempatan itu yang diwakilkan oleh Navita, salah satu pemilik Sunshine Moeslim School di KDA.

TDA Perempuan saat itu terlihat aktif mengampanyekan gerakan anti kekerasan dan pelecehan seksual juga pencegahan bullying dan menggalakkan internet sehat.

Walau berlatar belakang pengusaha, namun semua anggotanya adalah para ibu yang tak pernah lepas dari pendidikan anak,” kata Lilils yang juga pemilik Toko Bahan Kue di Mega Legenda Batam.

Saat siaran itu kata Hariyanti atau Iyan istiqomah, penyiar yang juga salah satu anggota TDA Perempuan, banyak penelpon penasaran ingin gabung dengan TDA Perempuan dan ingin ikut berpartisipasi dalam champaign Tangkis.

Tak hanya itu, TDA Perempuan juga melakukan beberapa aksi yang ternyata disambut hangat baik oleh anak-anak maupun para orangtua.

Seperti saat penyebaran brosur Tangkis di lapangan Engku Putri pada saat Pesta Wirausaha beberapa waktu lalu. Kebanyakan ibu – ibu tertarik untuk membaca brosur itu dan menyimpannya. Dan berjanji akan menerapkannya di rumah.

Sedangkan para remajanya, bersemangat melakukan campaign anti bully, anti kekerasan seksual dan ramah internet melalui media sosialnya. Terbukti saat, tim TDA Perempuan menyiapkan foto booth Instagram, para remaja berebut berfoto dan langsung menpostingmya di media sosial.

Permintaan mengisi penyuluhan dan mengisi seminar parenting juga mulai berdatangan dari wali murid SD Al Kaffah dan beberapa ibu-ibu komplek perumahan.

Dukungan terus mengalir untuk TDA Perempuan baik secara lisan, maupun PM ke sosmed TDA Perempuan supaya program ini bisa terus dijalankan.

” Seperti support masuk ke IG TDAP juga terus bertambah. Kebanyakan memberikan dukungan. Lalu banyak juga yang stalking vlog TDA Perempuan,” tambah Lilis.

Sejak aktif melakukan sosialisasi program Tangkis Jawa Pos Forher ini, ibu-ibu ingin dibuatkan kelas pembekalan skill untuk anak, supaya bisa mengalihkan ketergantungan pada gadget.

Ternyata, tambah Lilis, ‘Tulisan parenting dan edukasi Tangkis sangat bermanfaat.

”Banyak juga yang coment dukungan & share. Bahkan beberapa komunitas ada yang kepo minta bocoran program-program kerja TDA Perempuan,” tutur Lilis.

Ternyata dukungan TDA Batam sebagai induk dari TDA Perempuan luar biasa. Sebuah lagu diciptakan untuk memudahkan kampanye Tangkis.

Respon orang tua terhadap lagu yang diciptakan Nur pun sangat baik. Kebanyakan memberikan dukungan. Karena bertambah lagi lagu-lagu edukatif.

”Anak anak cepet hafal lagunya karena syairnya simpel. Sambil bernyanyi anak-anak langsung mempraktekkan apa yang ada disyair. Tanpa saya ajari loh. Pertama saya lihat lucu, ternyata bagus juga. Sambil nyanyi, trus ada pantomimnya,” kata Nur.

Kebanyakan anak-anak itu, tambah Lilis, baru paham ada bagian tubuh yang benar-benar harus mereka lindungi, karena rata- rata belum diajarkan oleh orangtua mereka sendiri.
Selain lagu, ada lagi media dongeng yang menjadi sarana mengajarkan anak untuk tangkal 3 hal itu.

” Anak-anak lebih paham kesalahan yang mereka lakukan dari mencontoh tokoh dalam dongeng itu. Seperti saat saya membawa boneka Comel sebagai tokoh dongeng. Murid-murid Sunshine Moeslem School langsung berkomentar beragam. Ada yang nyeletuk, kok gak pakai kerudung,” kata Lilis yang juga seorang pendongeng.

Selain dongeng, lagu, radio, kegiatan TDA Perempuan juga disupport media terbesar di Batam.

”Kami memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan media Batam Pos. Agnes Dhamayanti, salah satu wartawatinya juga anggota TDA Perempuan. Beberapa kali membuat liputan kegiatan TDA Perempuan sehingga program-program yang dimiliki TDAP cepat tersampaikan ke seluruh masyarakat Kepri melalui pemberitaan,” tutur Lilis.

Kini kepercayaan masyarakat semakin tinggi terhadap TDA Perempuan. Karena program TDAP didukung oleh semua lini, bahkan pemerintah kota Batam secara langsung,” katanya penuh semangat.

Program tangkis ini akan dijadikan program tetap TDA Perempuan. Selain pengembangan kreativitas lainnya. Karena TDA Perempuan juga memiliki beberapa anggota bertalenta khusus. Seperti salah satunya Diantika Poppy Harun seorang ahli fotografi. Beberapa foto aksi Tangkis merupakan hasil bidikannya. Dan masih banyak yang lain. Karena saat ini anggota TDA Perempuan yang berjumlah lebih dari 100 an orang memiliki beragam talenta, mulai dari kuliner, fashion, beauty, marketing, motivator, handycraft, konsultan travel, desain dan talenta lainnya.

” Semoga bersama TDA Perempuan kota Batam, anak-anak Batam bisa menjadi lebih baik dan terbebas dari kekerasan seksual, bullying juga bahaya internet,” kata Lilis penuh harap. ***

Update