batampos.co.id – Kepala Dinas Perikanan Pemkab Natuna Zakimin mengatakan, data nelayan yang terdaftar dalam asuransi nelayan terus bertambah. Tahun 2017 lalu sekitar 1.700 nelayan, tahun 2018 ini sudah mencapai 2.200 nelayan.
Diakui Zakimin, angka peserta asuransi nelayan diperkirakan terus bertambah. Dan penyaluran asuransi nelayan Natuna sudah berjalan, hanya saja dalam prosesnya masih terdapat hambatan.
“Alhamdulillah, animo masyarakat nelayan dengan adanya asuransi nelayan ini sangat tinggi. Dan angka pesertanya terus bertambah,” ujar Zakimin kemarin.
Menurut Zakimin, masyarakat nelayan tidak merasa keberatan dengan adanya iuran wajib yang dibebankan setiap tahunnya sebesar Rp 170 ribu. Namun mereka mendapat jaminan kematian saat bekerja yang dapat membantu keluarga sebesar Rp 180 juta.
Pada pelaksanaan asuransi nelayan ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) bekerjasama dengan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) untuk mengelola asuransi untuk nelayan.
Namun pelaksanaan di lapangan katanya, mengalami hambatan karena belum adanya kantor perwakilan PT. Jasindo di Natuna. Sehingga nelayan kesulitan menyetor iurannya.
Pemerintah daerah katanya, sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar keberadaan perwakilan Jasindo bisa ditempatkan di Natuna untuk kemudahan nelayan.(arn)
