
batampos.co.id – Empat tahun lalu, tepatnya akhir 2014 hingga 2016, terdapat empat kasus pembunuhan yang sampai saat ini belum terungkap siapa pelakunya.
Mulai akhir 2014, tepatnya tanggal 20 Oktober, satu orang warga Nongsa atas nama Ambok Maik, ditemukan tewas dengan kondisi tanpa kepala ditemukan di hutan Duriangkang. Sampai saat ini siapa pembunuhnya belum terungkap.
Begitu juga dengan kasus pembunuhan salah satu perempuan yang bekerja sebagai sales di BCS Mall yang ditemukan tewas tergeletak dengan kondisi bugil tanpa celana di hutan Bukit Harimau yang diduga diperkosa sebelum dibunuh. Sampai saat ini siapa pembunuhnya belum juga terungkap. Polisi saat itu berdalih untuk mengungkap siapa pembunuhnya minim bukti.
Begitu juga dengan kasus tewasnya Cintia, salah satu warga Bengkong yang ditemukan tewas tergeletak dengan kondisi leher tergorok di gorong-gorong tepat di bawah jalan keluar Hotel Vista. Sampai saat ini siapa pembunuhnya, belum juga terungkap. Padahal polisi sudah memeriksa dan meminta keterangan ke banyak saksi, termasuk suami korban serta kerabatnya sendiri. Polisi saat itu juga menegaskan pembunuhan Cintia sulit diungkap siapa pembunuhnya karena minim bukti.
Atas masih banyaknya kasus pembunuhan yang belum tuntas dan terungkap siapa pembunuhnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kepri, AKBP Hernowo berjanji akan kembali mengusut dan mengangkat siapa pembunuhnya.
“Itu yang juga akan kami kerjakan. Mengungkap pembunuhan di Batam yang belum terungkap. Untuk menggali lagi data-data yang dulu pernah didapat kepolisian di Polresta Barelang yang saat itu menanganinya, kami kumpulkan, kami panggil seluruh Kasat baik itu yang baru atau pun yang lama yang saat ini masih bertugas di Batam meski tak di Polresta Barelang,” ujar AKBP Hernowo, Kamis (15/3) siang.
Tak hanya memanggil Kasat Reskrim saja. Sejumlah Kasat lainnya di Polresta Barelang juga ikut dipanggil untuk mengumpulkan keterangan dan hasil penyidikan tentang kasus pembununah yang belum terungkap.
“Kasat-kasat ini saya panggil, karena saya ingin mengetahui sampai dimana perkembangan prosesnya saat itu, hambatannya apa, dan apa upaya yang sudah dilakukan saat itu. Dari situlah saya akan gali kembali siapa pembunuh korban yang tak terungkap hingga saat ini,” terang AKBP Hernowo. (gas)
