batampos.co.id – Belum ada tanda-tanda akan terjadi gejolak perekonomian di Tanjungpinang. Hal ini dapat ditinjau dari inflasi dari bulan ke bulan yang masih stabil di angkak 0,15 persen.
Bahkan angka pada Februari ini dinyatakan lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya yang mencapai 0,18 persen. Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tanjungpinang, Riono menjelaskan, sebagian besar inflasi di Tanjungpinang dipengaruhi kenaikan harga ikan.
Di antaranya jenis ikan selar, tongkol, dan kembung. Jenis ikan yang kerap menjadi menu favorit warga Tanjungpinang. “Hal ini imbas dari musim utara akhir tahun yang masih terasa sampai bulan lalu,” kata Riono, kemarin.
Lebih lanjut Riono menjelaskan, disisi lain permintaan terhadap tiga jenis ikan ini masih signifikan, namun di sisi ketersediaan barang malah jomplang. Sebab sejumlah nelayan memilih menepi pada musim utara. Pasokan ikan ke pasar pun semakin berkurang dan tidak hanya tiga jenis ikan tersebut.
Seiring menuju berakhirnya musim angin kencang, Riono berharap nelayan sudah berani kembali ke laut dan membawa pulang ikan. “Dengan begitu inflasi di kota ini bisa semakin stabil,” ujarnya.
Selain itu Riono juga menjelaskan untuk mengantisipasi kecukupan stok kebutuhan ikan, TPID Kota Tanjungpinang sudah menjalin kerjasama dengan Kabupaten Kepulauan Anambas dan telah disambut baik.
“Kami sangat mengharapkan menjelang menghadapi puasa Ramadan dan lebaran Idul Fitri mendatang tidak adalagi permasalahan kenaikan pada komoditas ikan-ikan tersebut,” jelasnya. (aya)
